Archive for 2013

Malaikat Milikku Cerpen SMASH & JKT48

Senin, 04 November 2013
Posted by Unknown


Halohaaaa WOTA and SMASHBLAST! Saya bawa cerpen lagi niih! Butuh 2 MJKT48 ama 1 MS. Kali ini saya pake yang sipit-sipit ahahay! Tapi ceritanya jauh loh dari Japanesse, lebih kaya ke khayalan yang jadi nyata. Are you ready?
Pollow @lalaa_JKT48 yak mwehehe :D
Yaudahlah daripada saya kebanyakan ngomong, mendingan langsung saja cap cuuusss :D
T

A

P



T

U

S

S

S





Suatu hari di istana langit, ada seorang malaikat yang sangat ceroboh. Malaikat cantik itu sering sekali berbuat kesalahan, dia tidak pernah melakukan sesuatu dengan benar. Padahal dia adalah anak sang raja malaikat.
“yaampun Renaa! Kami ini Cuma disuruh buat nata bunga aja engga bisa, gimana sih kamu?”kesal bunda malaikat cantik ini, malaikat ini bernama Rena. Rena menggaruk kepalanya yang diatasnya ada lingkaran putih transparan
“maaf bunda, Rena engga bisa ngerangkai bunga bunda, jadinya kaya begitu deh”Rena menjawab sambil menundukkan kepalanya
“yasudah tidak apa-apa, sana temui ayahmu, ayahmu mau bicara sesuatu denganmu”ucap Bunda Rena sambil menata kembali rangkaian bunga Rena yang kacau
“iya bunda!”Rena berlari sampai-sampai dia menabrak vas bunga yang besar (-__-‘). Malaikat lain memperhatikan Rena, Rena hanya cengar-cengir GJ karena malu
“selaluu aja deh Putri Rena kaya gitu”timpal malaikat yang bernama Beby
“iyah, kayanya seumur-umur belum pernah ngelakuin hal dengan benar kecuali tidur dan makan deh”sahut malaikat cantik bernama Cindy.
“hey kalian ini, masa ama tuan putri Rena kaya gitu, udahdeh kalian urus diri sendiri dulu, udah bener apa engga? Mentang-mentang malaikat huh!”ujar malaikat satunya yang bernama Sendy ini. Cindy dan Beby mendengus kesal sambil melanjutkan merangkai bunga mawar putih. Rena segera mungkin menghadap kepada ayahandanya
“ada apa ayah? Kenapa manggil Rena?”Rena bertanya pada ayahnya sambil duduk disebelah singgasana ayahnya itu, ayahnya mengajak Rena ke suatu tempat
“ayo ikut ayah”ajak sang raja. Rena mengangguk dan mengikuti ayahnya. Tidak lama kemudian Rena dan ayahnya sampai ke taman, ayah Rena menggetok air kolam yang ada ditengah tengah taman itu dengan tongkatnya. Tiba-tiba munculah gambar seorang pria tampan bermata sipit sedang kelihatan frustasi
“kau lihat Rena? Namanya Rafael Tan, dia sedang mengalami depresi yang sangat berat karena ditinggal kekasihnya. Ayah mempunyai tugas untukmu sekarang”Ayahanda Rena mengetok kembali kolam itu, kolam itu langsung menjadi air jernih biasa
“tugas apa ayahanda?”tanya Rena sambil memperhatikan ayahnya
“coba hiburlah dia, sembuhkan luka hatinya. Jika kau bisa melewati tantangan ayah, kamu akan ayah beri mahkota malaikat, karena ayah yakin kau baru bisa menjaga mahkota turun temurun itu”ucap ayahanda Rena. Rena mengangguk, Rena tau kenapa mahkota itu belum juga diturunkan padanya, karena ia sangat ceroboh -__-
“Rena akan coba semampu Rena ayah. Rena akan turun ke bumi sekarang juga”Rena berlari dan hampir menuju ke tangga langit
“tunggu Rena!”ayah Rena mengejar Rena dengan terbang. Rena berhenti berlari
“ada apa ayah?”tanya Rena pada ayahnya. Ayahnya turun dan menapak tanah
“sayapmu belum kamu kembangkan Rena, selalu saja kamu ini”ucap ayahanda Rena. Rena senyum-senyum GJ sambil menggaruk kepalanya
“iya ayah, Rena akan kembangkan”Rena mengembangkan sayap malaikat putihnya yang indah, yaiyalah indah orang putri raja! -__- #emosi
“hati-hati Rena, cepat kembali”Ayah Rena berteriak sambil melambaikan tangan, Rena berbalik melihat ayahnya sambil terbang.
“iya ayaah!”teriak Rena. Rena terbang menuju bumi.

(At Kampus Maranatha)
“Stella, please jangan sama dia Stel, ayok balik lagi sama aku. Apasih kurangnya aku dibanding dia?”tanya seorang pria tampan bernama Rafael Tan ini, tak salah lagi dia adalah target Rena untuk disembuhkan hatinya . Rena bersembunyi dibalik pohon mangga, pakaiannya sudah seperti manusia pada umumnya
“Apaan sih lo Raf! Loe itu 10000x lebih baik dari dia! Loe itu jelek! Gak trendy lagi! Eouuh!”ucap gadis manis bernama Stella Cornelia ini. Stella dulunya adalah pacar Rafael yang sekarang menjadi mantan kekasih Rafael
“Stel, kenapa sih kamu giniin aku? Sini sama aku Stel”Rafael menarik tangan Stella. Stella mencoba melepaskannya, namun terlalu kuat. Akhirnya pacar baru Stella yang bernama Aldi melepaskan pegangan
“jangan pernah lo ganggu cewe gua! Pergi lo!”Aldi menghempaskan tangan Rafael dengan kerasnya. Stella tidak menolong Rafael malah menertawakan Rafael
“udah ahh sayang, jangan buang amarah kamu buat ngadepin cowo kaya dia! Mendingan kita makan aja”Stella memeluk tangan Aldi dengan manjanya. Aldi mengangguk dan membawa Stella pergi dari hadapan Rafael
“jahat sekali! Itu harus dibalas!”Rena memutar-mutar jarinya yang bercahaya dan menunjuknya ke mobil Aldi. Ban mobil Aldi langsung kempes saat Stella dan Aldi sudah ada didalamnya.
“loh kenapa ini sayang?”tanya Stella saat mobilnya berjalan dengan tidak nyaman. Aldi menghentikan jalannya mobil itu dan melihat
“shit! Bannya kempes! Ayok kita dorong ke bengkel sayang”ajak Aldi pada Stella. Stella shock!
“apa dorong? Engga banget deh yank!”ujar Stella sambil bersolek didalam mobi. Aldi membuka pintu mobilnya menaruh bedak Stella dan menarik tangan Stella hingga Stella keluar dari mobil
“kamu mau pulang gak?”tanya Aldi. Stella mengangguk
“yaudah ayok dorong!”ujar Aldi. Stella menurut mulutnya terus mengomel. Rena terkikik dibawah pohon mangga, tiba-tiba ada sebuah mangga jatuh menimpa kepala Rena.
“aduuh, sakit”keluh Rena sambil berjongkok dan mengelus kepalanya yang terkena mangga tadi. Rafael mendengar rintihannya dan berjalan menuju Rena
“hey? Loe gak apa apa kan?”Rafael berjongkok mensejajari tinggi Rena. Rena menatap Rafael sebentar lalu kembali fokus ke kepalanya
“apa itu lo.. apa tadi? Ahh lo..we! apa itu?”tanya Rena polos, memang di dunia malaikat tidak pernah diajarkan kata-kata kasar seperti itu. Hanya kata-kata lembut dan sopan yang dipergunakan didunia malaikat
“loe itu artinya kamu, yaudah deh. Kamu kenapa?”Ulang Rafael bertanya kepala Rena. Rena mengerti, ia menunjukkan mangga yang tadinya jatuh dan mendarat dikepalanya. Rafael tertawa
“ahahaha, aduuh kasihan banget sih loe, ehh salah kamu ahaha! Siniin mangganya biar aku makan kalo udah sampe rumah”Rafael merebut mangga berwarna jingga yang tadinya berada ditangan Rena
“yaudah sih buat kamu aja, aku engga pernah makan makanan begituan”ucap Rena sambil memandangi buah yang tadi dipegangnya itu. Rafael memandangi Rena lalu Rafael mengulurkan tangannya
“namaku Rafael, kamu siapa?”tanya Rafael pada Rena. Rena membalas uluran tangan Rafael sambil tersenyum manis, membuat mata sipitnya menjadi lebih sipit lagi
“namaku Rena”balas Rena, Rafael mengangguk-angguk
“rumahmu dimana?”tanya Rafael pada Rena, Rena menggigit bawahnya sambil melihat kesana-kemari
“aku tidak punya rumah, bolehkah aku menumpang dirumahmu? Tolonglah aku takkan merepotkanmu”Rena memelas sambil memegang tangan Rafael, Rafael tampak menimang-nimang permintaan Rena, mungkin Rafael butuh teman, karena dia hanya tinggal sendiri dirumahnya yang mewah
“oke, kamu boleh ikut aku, yuk kita kerumahku”Rafael mengajak Rena sambil menggandeng tangannya, setelah itu memasukkan Rena ke dalam mobilnya
Didalam mobil Rena hanya diam saja, karena dia tidak tahu apa-apa tentang apa yang ada disekelilingnya bahkan yang ditumpanginya. Rafael terus memandangi wajah imut Rena, dia mulai bertanya
“kamu kenapa Ren? Kok bingung gitu?”tanya Rafael lembut pada gadis disebelahnya ini. Rena melihat Rafael dan Rena menjawabnya
“ini yang aku tumpangi namanya apaan sih? ini juga, kenapa ini bisa bunyi? Kok ini bisa dingin? Kok ini bisa nyala? Kok bisa? Kamu juga punya sihir yah? Keren amat!”cerocos Rena tiada henti bagaikan kereta api yang melaju dengan kencangnya. Sementara Rafael hanya terpelongo dibuatnya
“jelasinnya dirumah aja ya Ren? Ntar aku jelasin semuanya secara rinci sambil makan mangga, mau kan?”tawar Rafael pada Rena
“mangga? Buah jatuh dikepalaku itu yah? Emangnya enak?”Rena
“enak kok, manis kaya kamu, hehe”ucap Rafael menggombali Rena, Rena tersipu malu dibuatnya.

Sesampainya dirumah Rafael, Rena langsung masuk kedalam rumah Rafael tanpa seizin dari Rafael, Rena berjalan dengan riang dan santainya, sampai-sampai bruukk!
“auuhh”Rena merintih karena dia baru saja menabrak pilar-pilar rumah Rafael. Rafael segera menolong Rena dan membawa Rena ke kamar yang sudah dipersiapkan Rafael sebagai kamar Rena
“kamu gapapakan?”Rafael. Rena menggeleng, Rafael menyentuh dahi Rena dan Rena refleks memegang dahinya. Kedua telapak tangan mereka bertumpu dan berpegangan. Dan mata mereka saling berpandangan, tak lama kedua mata itu bertemu, karena Rena menyadarkan Rafael
“hey, bola tadi rasanya kaya gimana?”Rena. bola? Apakah yang dia maksud mangga yang sudah matang tadi?
“bola? Namanya mangga, bukan bola, yaudah aku kupasin dulu deh”Rafael beranjak dari kamar Rena, dia mengambil mangga yang tadi menimpa kepala Rena. Rena melihat-lihat kamar yang ditempatinya
“oo jadi begini yah kamarnya manusia, beda banget ama kamarku di istana. Selimut aja pake awan”Rena berbicara sendiri. Rafael datang
“istana? Selimut pake awan? Hahaha, ngaco kamu Ren!”Rafael menimpali, Rena kaget
“eee, aku ngimpi aja gitu ada gak ya ranjang dan selimut terbuat dari awan? Ehehe”Rena menghela nafasnya karena Rafael mengangguk. Rafael mengupas mangganya dengan telaten dan menyuapkannya ke Rena. Rena mengunyahnya
“gimana?”
“enak! Manis gitu ehehe, bolanya enak deh, ehh maksudnya mangganya”Rena menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Saat asik-asiknya menyuapi Rena, angin bertiup, menerbangkan debu-debu. Mata Rafael langsung terkena debu itu. Rafael menguceknya,airmata langsung keluar. Rena penasaran, masa iya sih ada air yang keluar dari mata? Karena penasaran Rena mengusapnya
“ini apa? Kok ada air?”Rena
“itu airmata Rena, masa kamu gatau?”Rafael. Rena mengangguk, bukan karena ia mengerti, tapi karena hanya tidak ingin terlihat aneh didepan Rafael.
_o0o_
Berhari-hari bahkan berminggu-minggu Rena tinggal di rumah Rafael. Itu menumbuhkan benih cinta dihati Rafael, Rafael diam-diam mencintai Rena. Kalian tau? Sepertinya malaikat Rena ini sudah bisa melakukan sesuatu dengan benar. Maka dari itu, tugas Rena selesai didunia dan dia dipanggil kembali oleh ayahnya untuk kembali ke istana langit
“Rena, tugasmu sudah selesai, saatnya kau untuk pulang”ayah Rena. Rena mendengar lewat telepatinya, dan Rena mengangguk, Rena menghilang dan kembali ke istana langit
“maafkan aku meninggalkanmu Rafael”ucap Rena sedih. Rena pergi bertepatan dengan Rafael yang datang membawakan sekantung mangga untuk Rena, memang sejak makan mangga itu, Rena suka sekali dengan buah mangga.
“Rena! Aku bawain sesuatu buat kamu, kamu pasti suka”Rafael. Senyumnya meluntur saat Rena tidak ada dikamarnya.
“Rena! Kamu kemana!”Rafael mencari-cari Rena kesetiap sudut ruangan rumahnya. Bahkan ia menanyakan juga kepada tetangga, tapi hasilnya nihil.

(At Istana Langit)
Semenjak Rena kembali ke istana langit, memang Rena dapat melakukan sesuatunya dengan benar, tetapi dia murung, murung sekali saat dia harus berpisah dengan orang yang membuat hatinya bahagia. Ayah Rena heran, dia mendekati putri tunggalnya itu
“kenapa Rena?”Ayah Rena. Rena menggeleng
“ceritakan saja pada ayah Rena”Rena menatap ayahnya
“Rena ingin kembali ke bumi ayah, Rena...”
“kau mencintai manusia itu?”terka ayah Rena, benar Rena mengangguk
“ayah akan mengizinkanmu, tapi... kau harus menangis”Ayah Rena memberikan syarat yang tidak mungkin dilakukan oleh para malaikat. Malaikat tidak akan pernah mungkin menangis
“Rena, kumohon kembalilah, kamu kemana Rena? Kemana lagi aku harus mencarimu? Aku takut kehilanganmu Rena, karena... aku mencintaimu”suara itu! Suara itu suara Rafael!, muncul dari dalam kolam istana langit, Rena melihatnya. Rafael sedang terduduk ditrotoar jalanan, ia terlihat frustasi
“Rafa...”
“Rena, aku janji akan beliin kamu mangga yang banyak kalo kamu mau pulang Rena, aku cinta kamu Renaku, aku cinta kamu”Suara Rafael semakin memelan. Hati Rena teriris melihat lelaki yang dicintainya seperti itu. Perlahan air mengucur dari mata Rena, Rena menyadarinya dan mengusapnya
“ayah...”
“pergilah Rena, kejar kebahagiaanmu, ayah tidak akan menghalangi lagi”Ayah Rena. Rena tersenyum lalu memeluk ayahnya
“makasih ayah, makasih”Rena. Seusai berpelukan, Rena langsung pergi ke bumi untuk menemui Rafael
(At Bumi)

Rafael terus saja memanggil nama Rena dan memintanya agar kembali dengan buah mangga yang selalu dijanjikannya.
“Rena...”Rafael
“ini mangga buat kamu”suara imut itu! Rafael mengenalinya! Dia langsung mendongakkan kepalanya dan melihat Rena sedang tersenyum sambil memegang buah mangga.
“Rena!”Rafael langsung berhambur memeluk Rena. Sampai Rena sesak nafas
“Rena! Kamu kemana aja sih! aku kangen sama kamu! aku kangeen! Aku juga cinta sama kamu! aku sayang sama kamu!”Rafael akhirnya mengucapkan kata cinta didepan Rena. Rena memukul bahu Rafael, Rafael menyadarinya dan melepaskan pelukannya
“aku gak kemana-mana kok, aku selalu dihatimuu. Aku juga Rafael! Aku juga cinta!”Rena
“sama aku?”Rafael
“bukan! Tapi sama mangga! Ahaha!”Rena berlari menghindari Rafael, karena dia tau, Rafael pasti akan mengejarnya.
“Renaa!!!!!”Rafael mengejar Rena yang tengah berlari

1 Tahun kemudian, Rafael dan Rena berjalan-jalan ditaman. Mereka berdua tengah asik duduk dan melihat anak kecil bermain. Rena melihat kelangit
“Rafaa~”
“apa sayang?”
“mau mangga ijo ituu! Ambilin! Kamu harus manjat!”Rena. Rafael kaget
“tapi...”
“sssstt! Engga ada tapi-tapian, sekarang! MANJAAT!!”Rena memerintah Rafael. Rafael langsung memanjat dan mengambilkan mangga untuk Rena
“yang ini?”Rafael
“bukaann! Sebelahnya!”Rena menunjukkan mangga yang berada diujung. Rafael menelan ludahnya. Rafael mencoba meraihnya dan....
“yees dapet!”Rafael, Kreek! Ranting pohon itu mulai patah, mangga itu terjatuh, Rena mengambilnya, sedangkan Rafael bergelantungan seperti tarzan
“kaya gitu aja terus yaa?”Rena. Bruukk! Rafael terjatuh, karena ada semut yang menggigit tangannya
“gara-gara kamu nih”Rafael, Rena mendekat
“uuuu Rafael sayang, sakit yah? nih! Pletak!”Rena memukulkan mangga itu ke kepala Rafael. Rena berlari, namun Rafael berhasil menangkapnya.
terimakasih ayah, sudah membiarkanku untuk menentukan takdirku, aku sayang dia ayah, tapi aku juga sayang ayah, aku disini selalu baiikk loh yah! aku dibeliin mangga setiap hari sama Rafael, kalo ayah mau, aku akan kirim kesana, nanti malaikat lain biar bisa makan juga. ehh udah yah ayah, Rena mau clekup, ehh chek up. Dada ayaah! –Salam Rena, Rafael, dan R kecil didalam perut Rena-

Cieeee RTH cemburu nih#kabooorr :D
Bagus kaga? Lucu kan si Rena disini? Mwehehehe :D
Like dan coment seikhlasnya ya? Hehehe :D

NO COPAS


NO BULLY


NO EDIT


NO DARK READERS!

KALO BACA TERUS GAK LIKE, MATANYA BELEKAN AHAHA :D

^_^ Diam-Diam Suka ^_^

Senin, 20 Mei 2013
Posted by Unknown

Hari ini adalah hari dimana para siswa lulusan SMP diseluruh Indonesia melaksanakan MOSnya, karena pada hari Senin ini, mereka masuk untuk pertama kalinya disekolah barunya. Termasuk juga aku, aku juga menjalankan MOS pada hari ini bersama teman-teman SMPku. Cukup ada banyak, tapi tak perlu aku sebutkan satu persatu kan? Hehe :D. Untung saja dikelas aku tidak sendiri, ada satu temanku yang bersamaku, perlu disebutkan namanya? Eum.. gak usah deh, nanti kalian yang cowo naksir hihi :D



“pagi adik-adik! Saya dan teman saya adalah pendamping kalian selama 3 hari MOS ke depan! Perkenalkan nama saya Handi Morgan Winata, panggil saja Kak Morgan, saya kelas XII IPA 1, disebelah saya namanya Rosita Kirania Putri, panggil saja Kak Rosita dia kelas IX IPS 3”ucap Kak Morgan sambil memperkenalkan dirinya dan teman wanitanya itu. Aku hanya mengangguk-angguk mendengar perkenalan mereka
“karena Kak Morgan sudah memperkenalkan dirinya dan saya. Sekarang giliran kalian semua memperkenalkan diri”ucap Kak Rosita. Dia mengambil data semua murid baru yang ada dan menyebutkan namanya satu persatu. Sampai pada anak yang terakhir, anak yang sedari tadi kulirik. Ahh masa aku menyukainya?
“nama saya Dicky Prasetya, asal sekolah SMP 45 Jakarta, rumah di Jalan Kebon Jeruk no. 18 Jakarta Selatan”ucap murid yang bernama Dicky itu lalu dia duduk kembali dikursinya. Aku mengangguk, mengingat semua yang dikatakan Dicky.
“oke, sekarang kalian buat yel-yel untuk setiap kelompok! Silahkan berdiskusi, waktunya 10 menit!”ucap Kak Morgan sambil menyuruh semua murid baru. Aku dan temanku langsung berkumpul, membaur dengan teman baru untuk mendiskusikan tentang yel-yel itu. Bayangkan saja, baru beberapa menit berkenalan, masa sudah disuruh buat yel-yel? Pasti ada rasa canggung diantara kami.
“waktu tinggal 5 menit lagi! Ayo cepat buat yel-yelnya! Atau kalian mendapatkan hukuman!”ucap Kak Rosita sambil berjalan mengelilingi kami semua
“aduuh yel-yelnya apaan nih?”tanyaku kepada temanku.
“apaya? Yaudah deh lagunya Beautiful aja, nanti kita ubah sendiri kalimatnya”ucap teman baruku itu. Semuanya mengangguk setuju
“oke! Sekarang kita undi!”ucap Kak Morgan. Tak disangka-sangka kelompok kami yang pertama. Kami maju ke depan dengan menahan malu yang luar biasa. Kami menyanyikan lagu Beautiful dengan lucu, dan kompak. Namun tetap saja masih memalukan >,



3 Hari berlalu, kini aku sudah tidak lagi menjalani MOS yang menyebalkan itu, sebenarnya tidak terlalu menyebalkan, Cuma terlalu banyak materi yang harus kami terima. Aku masih bertanya pada diriku sendir, apakah aku menyukai cowok laptop itu? Yahh aku menyebutnya cowok laptop karena dia senang sekali berkutat dengan laptop hitamnya, dia senang sekali mendengarkan musik dikala istirahat menjelang ataupun saat jam kosong.
Pelajaran kini mulai datang, aku memperhatikan pelajatan sambil sesekali menengok kebelakang melihat pangeranku itu. Dia tampan sekali dengan gigi berbehelnya, dia merasa ada yang memperhatikan langsung menoleh ke arahku, aku mengalihkan pandanganku ke papan tulis. Sari teman sebangku dan temanku dari SMP itu langsung bertanya padaku
“loe ngapain? Kenapa muka loe merah gitu kaya abis dandan?”tanya Sari padaku,
“engga papa kok Sar,gue kepanasan aja jadinya ya gitudeh merah gini hehe. Loe tau kan kalo kulit gue sensitif?”ucapku sambil menghela nafas karena Sari percaya dengan ucapanku



Hari-hari berlalu, kini aku telah berada disekolah ini selama 3 bulan. Aku juga saling mengenal dengan teman dari sekolah lainnya. Namun tetap saja aku canggung jika bertemu atau mengobrol dengan Dicky. Hari ini, aku berangkat lebih pagi dari biasanya. Aku masuk ke dalam kelas, namun sayang yang ku temui bukanlah manusia namun bangku serta kursi kosong yang belum ditempati oleh penunggunya. Aku berjalan ke meja Dicky yang ada dibelakang sendiri. Aku menyelipkan sebuah surat di grobog mejanya, setelah itu akupun pergi ke kantin untuk membeli sarapan pagi. Saat bel masuk berbunyi, aku melihat Dicky sekilas, dia sekarang telah membaca surat itu! Dia membacakannya lantang

Tiap aku melihatmu, terasa ada getaran dalam dadaku, getaran itu semakin kuat saat aku mamandang wajahmu yang rupawan itu
 ~Your Secret Admirer~.

Ehh siapa nih yang bikin surat kaya gini?”tanya Dicky kepada satu kelas, murid satu kelaspun heboh! Mereka berhamburan mendatangi Dicky dan satu-persatu membaca surat itu termasuk diriku. Aku membacanya juga agar tak kelihatan, kalau akulah yang membuat surat tersebut
“tulisannya bagus tapi kira-kira tulisan siapa ya?”tanya salah satu temanku yang bernama Windy
“iya. Siapa ya? Wahh kamu beruntung Ky punya secret admirer kaya gitu”ucap temanku lagi bernama Linda. Dicky menaikturunkan alisnya secara bergantian
“tapi Ky, loe jangan seneng dulu. soalnya, biasanya ya kalo orang itu jadi secret admirer, dia itu jelek!”ucap temanku lagi bernama Bisma, sialan dia. Dia menyetani Dicky. Dicky tersenyum
“hey! Pak Tri datang!”ucap temanku lagi bernama Rini. Pak Tri adalah guru fisika paling killer sedunia. Kamipun mengikuti pelajaran dengan seriusnya. Sepulang sekolah, aku dan kawanku segera pulang ke rumah. Dia dijemput, akupun begitu. Tapi sayang di sayang, jemputanku belum di depan sekolah, jadi aku memutuskan untuk menunggu. Aku melihat jam tangan hijauku, hey! Sudah 15 menit aku disini! Tapi mana jemputanku? Kenapa tak datang juga? Apa mungkin terjebak mecet ya? Ahh tapi mana mungkin, kotaku kan tidak terlalu ramai penduduk. Mungkin beberapa tahun ke depan akan ramai, atau malah tambah sepi? Ckckck
“hey? Sedang apa disini?”seseorang mengejutkanku. Bodoh sekali dia? Kalau ada didepan sekolah bukankah sedang menunggu jemputan? Apa dia kira aku sedang mengadakan konser tunggal? Saat aku berbalik dan melihatnya, aku terperanjat kaget! Aku mengutuk diriku sendiri karena telah menghinanya. Ohh tuhan! Dia Dicky! Dicky Prasetya. Aku bengong sambil tersenyum, dia melambaikan tangannya didepan wajahku
“hey? Aku bertanya, sedang apa disini?”tanya Dicky sekali lagi padaku. Aku langsung tersadar dan menjawab pertanyaannya
“aku sedang menunggu jemputanku, lalu? Apa yang kau lakukan disini?”tanyaku kembali. Hey! Berarti aku juga orang bodoh karena menanyakan hal yang tidak penting seperti itu
“aku sedang menunggu temanku, dia sedang mengerjakan tugas kimianya di lab. Jadi daripada jenuh menunggunya, aku disini saja melihat kendaraan berlalu lalang”ucapnya panjang lebar bak kereta api, Namun walau panjang aku akan tetap mendengarnya
“apakah kau tidak takut kulitmu menghitam? Dan jadi gosong ehehe”tanyaku sambil cengengesan dan memasukkan hpku ke kantong seragamku
“haha, aku bukan makanan yang kalau tidak dibalik jadi gosong. Kau tidak melihat? Bukankah kulitku sudah hitam? Hahaha”jawabnya sambil tertawa. Sungguh aku tidak berbohong, dia manis sekali bahkan menjadi lebih tampan jika tertawa, akupun juga ikut tertawa bersamanya. Tin-tin! Suara klakson mobil itu mengagetkanku, aku menghardik mobil itu dalam hati, namun ternyata itu mobilku. Walau mobilku, aku tetap mengutuknya karena mengganggu kesenanganku!
“itukah mobilmu? Sana itu udah ditunggu”ucap Dicky membuyarkan rasa kesalku. Aku jadi tersenyum melihatnya
“ahh ehh iya ehehe, aku pulang dulu ya Ky?”pamitku pada Dicky
“iya silahkan”ucap Dicky. Tak lama juga temannya datang, diapun pergi dengan dibonceng temannya, akupun juga pergi meninggalkan tempat yang menyebalkan dan membuat pusing atau bisa disebut sekolah itu



************


KEESOKAN HARINYA



Hari ini hari rabu. Jam pertama adalah pak Ari guru musik yang yahh menurutku sih lucu dan menyebalkan, seperti biasa, kilauan cahaya muncul ketika kepalanya tertimpa sinar matahari. Hahaha :D
“pagi anak-anak!”sapa pak Ari pada semua murid
“pagi pakkk!”ucap kompak semua murid
“untuk hari rabu mendatang, saya minta kalian menyanyikan suatu lagu didepan kelas. Lagunya terserah! Pokoknya lagu yang kalian sukai!”ucap Pak Ari. Aku mendengus kesal, Sari senang karena dia sangat suka pelajaran ini dan juga menyanyi
“kenapa muka kamu? kusut gitu? Belom disetrika ya? Ahaha”ejek Sari, tapi seperti biasa, aku bukanlah anak yang suka membalas ataupun mengejek, jadi aku biarkan saja. Setelah Pak Ari selesai dengan pidatonya tentang untuk rabu mendatang. Dia melanjutkan dengan materi nada yang membuat mataku 5 watt dan aku tidak mengerti akan pelajarannya. Tak lama kemudian, bel istirahat berbunyi, semua murid berhamburan menuju kantin dan membuat suasana kantin sumpek, aku memilih sendirian dikelas dan menulis surat kembali. Surat itu aku letakkan kembali dimeja Dicky. Bel masuk pun menyusul untuk ikut berbunyi, semua murid kembali ke kelas, aku tetap duduk. Sari membawa makanan dan seperti biasa aku memintanya. Sambil makan, kulihat Dicky membuka kertasku lagi, dia membacanya


“Senyumanmu membuatku tak bisa bergerak. Membuatku terus terpaku dan terhipnotis, seakan memerintahku untuk terus memandangmu tanpa henti. Senyumu juga bagaikan mentari pagi yang selalu ada dan menghangatkan hatiku yang dingin seperti es. Teruslah tersenyum
~Your Secret Admirer~.

Dicky tampak berfikir, kira-kira ini kertas dari siapa? Lalu dia menyimpan kertasku dilaci mejanya. Aku senang sekali!
“kamu lagi tuh yang berulah?”bisik Sari ditelingaku. Aku terkaget
“ehehe iya Sar”jawabku sambil senyum-senyum gak jelas
“pantesan betah banget dikelas! Huuuu!”ejek Sari lagi, aku hanya manyun saja.
Saat istirahat. Dicky menghampiriku dan Sari, entah ada setan apa yang membuatnya kemari.
“emm.. boleh aku minta kamu nulis kata siswa sepuluh empat adalah siswa yang berprestasi tinggi”pinta Dicky, aku menulis kata yang dimaksud Dicky tersebut. Dicky menautkan alisnya dan dia tersenyum.
“makasih”ucap Dicky sambil membawa kertas itu pergi. Dia kembali duduk ditempat duduknya
Seminggu berlalu, kini saatnya di kelas X.4 terdapat konser besar-besaran. Tak ketinggalan kelas X yang lain bahkan kelas XI dan XII ikut melihat konser sehari nonstop dikelasku. Sari dengan PDnya menyanyikan lagu dari Pochi yang berjudul Cinta Jangan Pergi. Ada lagi temanku Windy, dia menyanyikan lagu Harus Terpisah dari Cakra Khan. Linda, dia menyanyikan lagu One Direction yang berjudul One Thing. Inilah yang kutunggu-tunggu, Dicky maju ke depan kelas sambil membawa penghapus papan tulis yang dianggapnya sebagai microphone. Dicky mulai menyanyikan lagu Dia dari Sammy Simorangkir dia mulai bernyanyi lirik demi lirik. Suaranya sangatlah bagus



Dia hanya dia di duniaku

Dia hanya dia di mataku
Dunia terasa telah menghilang
Tanpa ada dia di hidupku

Sungguh sebuah tanya yang terindah

Bagaimana dia merengkuh sadarku
Tak perlu ku bermimpi yang indah
Karena ada dia di hidupku

Ku ingin dia yang sempurna (yang sempurna)
Untuk diriku yang biasa (yang biasa)

Ku ingin hatinya, ku ingin cintanya

Ku ingin semua yang ada pada dirinya

Ku hanya manusia biasa (yang biasa)
Tuhan bantu ku tuk berubah (untuk berubah)
Tuk miliki dia, tuk bahagiakannya
Tuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia


Ku ingin dia yang sempurna (yang sempurna)

Untuk diriku yang biasa
Ku ingin hatinya, ku ingin cintanya
Ku ingin semua yang ada pada dirinya

Ku hanya manusia biasa (yang biasa)
Tuhan bantu ku tuk berubah (tuk berubah)

Tuk miliki dia, tuk bahagiakannya
Tuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia


Itulah bait-bait lirik yang dinyanyikannya, aku merasa lagu itu ditujukan untukku. Haha, aku PD bukan? Tak apalah, agar hatiku terhibur hahaha. Kini tiba waktunya diriku untuk bernyanyi didepan semua murid. Aku grogi, aku merasa aku adalah trend center, itu membuatku semakin gugup! Apalagi dilihat oleh Dicky. Kali ini aku menyanyikan lagu yang sesuai pada kenyataannya. Diam-Diam Suka dari ChiBi. Aku memulainya


Kau adalah incaran hatiku

Ku slalu memperhatikanmu
Tak henti menjadi teman berbagi
Semoga kau rasa apa yang ku rasa

Dibalik senyumku ada cinta untukmu
Dibalik matamu ada hati yang menunggu

Aku diam-diam suka kamu
Ku coba mendekat
Ku coba mendekati hatimu
Aku diam-diam suka kamu
Semua kan indah seandainya aku bisa memilikimu
Kau adalah incaran hatiku
Ku slalu memperhatikanmu
Tak henti menjadi teman berbagi
Semoga kau rasa apa yang ku rasa
Dibalik senyumku ada cinta untukmu
Dibalik matamu ada hati yang menunggu
Aku diam-diam suka kamu
Ku coba mendekat
Ku coba mendekati hatimu
Aku diam-diam suka kamu
Semua kan indah seandainya aku bisa memilikimu


Riuh tepuk tangan mewarnai saat aku selesai bernyanyi. Tiba-tiba Dicky maju kedepan sambil membawa semua surat-suratku, aku menelan ludahku

“jadi? Yang selama ini mengirimiku surat-surat dengan kata-kata indah itu kamu?”tanya Dicky padaku. Aku bingung harus jujur ataukah berbohong? Keringat sudah membanjiri wajahku. Oh tuhaan! Tolong aku!
“berterus teranglah”ucap Dicky. Aku menunduk dan mendengus pasrah, baru kali ini aku berada dalam posisi terpojok seperti ini
“ya, akulah yang menulis surat-surat itu untukmu. Maaf jika kau tidak menyukainya dan malah merasa risih”ucapku sambil memejamkan mata menahan rasa malu. Teman-teman sekelas mulai heboh membicarakanku, suratku, dan Dicky
“aku menyukai isi suratmu”ucap Dicky yang membuat mataku terbelalak kaget. Dia menyukainya? Bohong!
“be..benarkah? lalu darimana kau tau aku yang menuli surat itu?”tanyaku penasaran sambil melirik Sari, Sari menggeleng ditempat duduknya
“bukankah kau melihatku selalu meminta siswa lain menuliskan kata yang sama seperti aku menyuruhmu kemarin? Aku sengaja karena ingin tau siapa yang tulisannya cocok dengan surat itu, pasti itu adalah secret admirerku”ucap Dicky sambil tersenyum. Akupun juga ikut tersenyum, kalian tau bagaimana pipiku? Kalian tahu tomat atau udang atau kepiting rebus? Yap semerah itulah pipiku saat ini. Tiba-tiba Dicky menggenggam tanganku lalu berlutut dihadapanku


“Dan dengarlah sayangku

Aku mau kau jadi kekasihku
Ya sambutlah cintaku
Berbagi kisah kasih berdua”
Dicky menyanyikan reff lagu Kisah Romantis dari Smash. Apakah dia menembakku?
“apa maksudmu Dicky?”tanyaku padanya. Dia tersenyum manis
“maukah kau jadi kekasihku secret admirerku?”tanya Dicky yang membuatku kaget sekaligus membuat hatiku melonjak gembira.
“terima! Terima! Terima! Terima!”riuh teman-temanku menyorakiku. Sari juga ikut-ikutan, kelas X, XI, XII juga ikut-ikutan menyorakiku dan Dicky agar aku menerimanya. Pak Ari juga tak ketinggalan menyorakiku. Jika aku menolaknya berarti aku bodoh. Jadi apa jawabanku?
“aku menerimamu Dicky”ucapku. Semua penonton bertepuk tangan, bagaikan baru saja menonton pertunjukan dan berakhir bahagia. Dicky tersenyum lalu memelukku. Akupun membalas memeluknya
“ehh tadi lagunya masih rumpang ya? Terusin yuk?”ajak Dicky, aku mengangguk dan menyanyikan lagu Kisah Romantis dari awal


Hey baby, there’s something i want you to know
Be ready, for romantic story


Mengejar dirimu takkan ada habisnya

Membuat diriku menggila
Bila hati ini menjatuhkan pilihan
Apapun akan ku lewati

Hari ini sayang sangat penting bagiku

Kau jawaban yang aku cari wooo ooo ooo
Kisah ini sayang kan ku bagi denganmu

Dengarlah sayang kali ini permintaanku padamu

Dan dengarlah sayangku

Aku mau kau jadi kekasihku (jadi kekasihku)
Ya sambutlah cintaku
Berbagi kisah kasih berdua ooooh

Jantung ini sayang terukirkan namamu

Begitu juga di hatiku, hatiku
Hujan warna-warni kata orang tak mungkin
Namun itu (namun itu) mungkin bagiku sebuah tanda cintaku

Dan (ooh dan) dengarlah sayangku (dengarlah sayangku)

Aku mau kau jadi kekasihku (aku mau kau jadi kekasihku)
Ya sambutlah cintaku
Berbagi kisah kasih berdua, berdua, berdua

Yeah yeah you got me crazy oh

Oh i never never never ever let you go
Di hatiku ada namamu, please baby-ku jadi kekasihku yeah
You always in my mind, always in my dream

Baby say that you will always be mine
You always in my mind, always in my dream
Baby say that you will always be mine
Always be mine aah always be mine

Aaaa dengarlah sayangku (dengarlah sayangku)

Aku mau kau jadi kekasihku
Ya sambutlah cintaku (sambutlah cintaku)
Berbagi kisah kasih berdua

Dan dengarlah sayangku (dengarlah oh sayangku)

Aku mau kau jadi kekasihku (kekasihku)
Ya (oh ya) sambutlah cintaku (huuu)
Berbagi kisah kasih, setiaku berjanji
Jadilah kekasihku.... sayangku. Kami bernyanyi bersama-sama

itulah kisah cintaku yang tak kusangka akan berakhir dengan bahagia. Tebak, itu kejadian nyata atau rekayasa? Haha, hanya sayalah dan tuhan yang tau :p


Pesan : Kejarlah cintamu selagi kamu bisa mengejarnya. Jangan biarkan cintamu lepas begitu saja bagaikan diterpa angin. Jika benar-benar mencintainya kejar dia sampai dapat! :D


~TAMAT~



Follow : @lalaa_BE5T

Kekasih Gelapku (cerpen dream high)

Sabtu, 18 Mei 2013
Posted by Unknown

“ya ampuunnn itu cowo manusia apa malaikat sih?! gantengnya kebangetaaann!”ucap Nada berteriak, sambil senyum-senyum seperti orang gila. Kamupun menoleh
“hah! Malaikat! Mana! Mana!”ucapmu kaget sambil celingukan mencari sosok malaikat yang diteriaki oleh Nada
“itu tuuhh!”ucap Nada sambil memutarkan kepalamu menghadap malaikat tersebut, Nada memang suka begitu, berbuat secara tiba-tiba. Wajahmu langsung beremotion seperti ini (-__)
“itu kan si Bisma, apanya yang ganteng? Pake acara bawa-bawa malaikat lagi, dia mah wajahnya biasa aja! No more!”ucapmu sambil akan focus lagi membaca buku novelmu yang berjudul “CLBK”. Bisma yang merasa namanya disebut-sebut langsung menoleh ke kalian berdua
“mata lo katarak apa ada yang salah sih? dia itu cowo terganteng sekaligus cowo ter-cool di kampus kita!”ucap Nada lagi dengan hebohnya, kamu hanya manggut-manggut
“terus? Gue mesti bilang waooo gitu?”ucapmu cuek sambil terus memfokuskan matamu ke buku novel tersebut
“terus terus! Nabrak lo! Lihat tuh!”ucap Nada lagi sambil memutarkan kepalaku untuk kedua kalinya, memangnya kamu itu sekrup apa bisa diputar-putar seenaknya sendiri? Saat kamu melihat pandangan yang ditujukan Nada, ternyata Bisma mendekat ke arah kalian
“hai”ucap cowo berwajah malaikat bernama Bisma itu kepada kami berdua, dia duduk disebelahmu namun kamu menjauhinya
“boleh kenalan?”tanya Bisma lembut pada kami berdua sambil tersenyum memamerkan deretan gigi berbehelnya yang rapi
“nama gue Nada!”ucap Nada semangat sambil membalas uluran tangan Bisma yang tadinya menganggur. Bisma menjabat tangan Nada
“gue balik ke kelas dulu ya? Tugas gue belum kelar”ucapmu sambil berjalan keluar dari kantin sambil menenteng buku novelmu
“aneh tuh anak, padahal kan enggak ada tugas apapun hari ini”ucap Nada lirih namun terdengar oleh Bisma
“kenapa tuh temen lo?”tanya Bisma pada Nada, Nada mengangkat bahunya tanda tidak tahu
“emang aneh dari orok kalik”ucap Nada sambil membereskan buku-bukunya dan memasukkannya ke dalam tas
“tuh cewe beda dari yang lain, biasanya setiap cewek yang lihat gue pasti klepek-klepek, nah ini? You’re special girl, different than other”Batin Bisma sambil tersenyum melihatmu yang masih terlihat dikejauhan
“hai Bisma? kok ngelamun?”tanya Nada sambil melambaikan tangannya ke depan wajah Bisma, Bisma tersadar dari lamunannya
“ehh... emm eng...enggak kok, gue ke kelas dulu ya? Babay”ujar Bisma sambil berlari menjemput tasnya yang tertinggal dibangkunya tadi dan membawanya pergi menuju kelasnya. Nada hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena bingung, diapun juga ke kelas.
Kenapa kalian bersikap seperti itu kepada Bisma? kamu memang sudah terkenal dingin dan cuek pada semua cowok karena pengkhianatan yang dilakukan mantanmu yang bernama Morgan,  4 bulan yang lalu. Itu ajasih yang author tau :P


Di Kelas


“lo tadi ngapain pake acara-acara pergi segala?”tanya Nada yang langsung duduk disampingmu, kamu menoleh padanya
“ya abis loe keasikan ngobrol sama si itu.. em.. sapa namanya?”tanyamu sambil kamu merem dan mengingat-ingat
“Bisma?”Nada membantumu mengingat namanya. Kamu membuka matamu lagi sambil menjentikkan jarimu
“nah itu! Makanya gue gamau ganggu dan jadi obat nyamuk, akhirnya gue pergi ajadeh”ucapmu cuek
“tapi (namakamu) sayang, tadi si Bisma itu liatnya ke elo! Bukan ke gue!”ucap Nada sambil meletakkan tasnya dan menghadap kamu lagi, kamu menghadap Nada
“oh ya? Masyaa?”ucapmu meremehkan, Nada ngotot kalau Bisma itu melihatmu, namun kamu hanya mengiyakannya saja, masuk kuping kanan keluar kuping kiri
Tak lama kemudian pembicaraan kalian berhenti karena bel sudah berbunyi dan guru kedua yang masuk adalah bu Giselle, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, namun dia datang tidak sendiri ada seseorang yang mengekori bu Giselle dari belakang. Dan kamu mengenalnya
“baik anak-anak, ada teman kalian yang ingin pindah jurusan menjadi ke jurusan Sastra 3, ayo perkenalkan namamu”ucap Bu Giselle memerintah anak itu, anak itu mengangguk
“nama gue Bisma Karisma, gue pindahan dari kelas DKV, semoga kalian bisa berteman baik sama gue”ucap Bisma memperkenalkan dirinya dengan singkat padat dan jelas
“oke Bisma silahkan duduk, pilih bangku kosong yang kamu suka”ucap Bu Giselle, semua murid cewek menyuruh Bisma untuk duduk didekat bangkunya, Bisma melirikmu dan langsung duduk didekatmu, kamu hanya menggerutu
“okey, karena ada rapat dosen hari ini jadi, kalian boleh pulang setelah jam istirahat, terimakasih”ucap Bu Giselle sambil membereskan bukunya dan pergi dari kelasmu
“yeeeeee!!”teriak sorak sorak semua mahasiswa karena pulang lebih cepat.
“seneng banget sih yang namanya pulang? Mau ngapain coba dirumah?”ucapmu lirih namun Bisma dapat mendengarnya
“emangnya kenapa? Elo gak suka pulang?”tanya Bisma sambil mencangklong tas merahnya. Dikelas hanya ada kalian berdua, Nada sudah meninggalkanmu karena Nada ingin segera tidur
“emm gapapa kok (selang berapa detik) ehh kok gue jadi ngomong sama loe sih?”ucapmu tersadar karena telah mengobrol dengan Bisma. Bisma menautkan alisnya
“loh emang kenapa? Engga boleh? Ada yang larang ya?”tanya Bisma sambil berdiri dari bangkunya
“gak ada sih”ucapmu cuek sambil melirik jam tangan hitamu
“ohh iya kita tadi belum sempat kenalan, nama loe siapa?”tanya Bisma lembut sambil mengulurkan tangannya, kamu menghela nafas berat
“nama gue (namalengkapmu) panggil aja (namakamu)”ucapmu dingin sambil membalas uluran tangan Bisma dan melepaskannya kembali
“kenapa sih loe kok dingin banget ama gue?”tanya Bisma sambil menurunkan tangannya
“gapapa ko, gue pulang dulu”ucapmu sambil berlari kecil
“adrenalin gue makin tertantang buat dapetin kamu (namakamu)”batin Bisma sambil tersenyum lalu dia pulang


*******


Keesokan Harinya, seperti biasa sebagai murid baik dan teladan kamu berangkat pagi-pagi, kamu bersenandung saat melewati lorong dan menuju lockermu yang bertuliskan angka 27, namun saat kamu membukanya ada yang aneh
“hei! Lolipop! Kesukaan gue! (celingukan) siapa yang kasih ya? (mikir bentar) auk ahh keberuntungan bagi gue kali yak”ucapmu sambil membuka bungkus lolipop itu dan memakannya. Kamu mengemut lolipop itu sambil berjalan menuju kelas, tak disangka-sangka ternyata- -
“Bis...Bisma?”ucapmu tergagap begitu melihat Bisma sedang asik membaca komik doraemonnya. Bisma melihatmu dan tersenyum
“pagi, kamu udah dateng juga rupanya?”tanya Bisma, kamu nyengir sambil mengangguk dan langsung duduk. Bisma mengajakmu mengobrol dan kamu terpaksa menanggapinya, lama kelamaan ternyata asik mengobrol dengan Bisma



2 minggu kemudian, kamu sering berangkat pagi dan tentunya sering juga menemui Bisma. kalian semakin akrab dan dekat, kalian sering sharing, tertawa bersama, mengobrol dan masih banyak lagi. Suatu pagi Bisma mengajakmu ke taman belakang kampus
“emm (namakamu) kita ke taman belakang yuk?”ajak Bisma dengan wajah sumringah
“tapi Bisma, taman belakang kan serem Bis, ini masih pagi pula, gamau ahh”ucapmu sambil memfokuskan pandanganmu lagi ke hape Applemu
“udahlah, tenang aja, selama ada aku disampingmu, percayalah kau akan baik saja”ucap Bisma meyakinkanmu, kamu memandangi wajah seriusnya, kamu mengunci hapemu dan memasukkannya ke dalam kantong
“yaudah deh yuk”ucapmu menyejutujui ajakan Bisma. kamu dan Bisma langsung menuju taman belakang yang terkenal menyeramkan itu


*Sesampainya di taman*


Kamu langsung berjalan mendahului Bisma karena ada yang menarik perhatianmu, deretan bunga-bunga yang indah nan berwarna-warni terhampar luas didepan matamu. Taman ini tak terurus karena dulu rumornya ada mahasiswi yang bunuh diri ditaman ini.
“ternyata taman ini tak seseram yang aku bayangkan, bahkan bunga-bunga disini sangat cantik”ucapmu mengangumi bunga ciptaan Tuhan itu. Bisma mendekatimu sambil meletakkan tangannya dikantongnya
“tetapi, kecantikan bunga itu tetap tidak bisa mengalahkan kecantikan yang terpancar diwajahmu”ucap Bisma sambil tersenyum. Jantungmu langsung berdegup kencang begitu Bisma mengucapkan itu
“ihh Bisma, ada-ada ajadeh”balasku sambil berjalan kedepan untuk menutupi wajahku yang sudah memerah
“(namakamu), gue mau ngomong sesuatu”ucap Bisma dengan nada serius, kamupun menghentikan langkahmu
“sesuatu? Syahrini dong?”candamu sambil kamu tertawa cekikikan. Bisma mendekatimu dan menghadapkan badanmu ke badannya
“gue serius (namakamu)”ucap Bisma lagi sambil menatap mata kelincimu dengan serius
“mau ngomong apa Bis?”tanyamu sambil menatap balik Bisma dengan jantung yang sudah berdegup kencang
“(namakamu) gue suka sama loe saat pertama kali kita ketemu di kantin waktu itu”ucap Bisma dengan penuh perasaan, mata kelincimu langsung membola dan mulutmu sedikit menganga.
“Bis? Loe gak kesurupan kan?”tanyamu pada Bisma sambil menempelkan punggung tanganmu ke dahinya
“enggak kok (namakamu), tapi, kamu mau gak jadi emm,,,, kekasih gelapku?”tanya Bisma dengan keraguan
“hah? Kok kekasih gelap?”tanyamu sambil kamu menautkan alismu
“karena aku gak mau ada yang tau tentang hubungan kita, dan aku akan mengakhiri permainan ini pada saat aku berulang tahun nantinya”ucap Bisma sambil mendudukkanmu dikursi panjang taman
“emm gimana kalo gue nanti ditanyain sama Nada? Loe tau kan kalo dia itu kepo banget? Terus nanti gimana kalo nanti ada orang yang tau? Terus nanti kalo ada yang curiga ama kedeketan kita gimana? Terus nanti kalo ----“cerocosanmu terpotong karena Bisma mengecup bibir mungilmu hangat. Ingin rasanya tanganmu melepaskan ciuman itu, namun Bisma menahan tanganmu agar tetap berada ditempat dan tidak bergerak bahkan Bisma meletakkan tanganmu dilehernya dan tangannya melingkar dipinggangmu. 15 menit berlalu, Bisma melepaskan ciumannya, kamu tertunduk malu tak berani menatap Bisma
“kenapa (namakamu)?”tanya Bisma sambil mendongakkan kepalamu
“aku...aku...aku”kamu tidak tahu harus mengucapkan apa, kamu sangat gugup sekarang
“percayalah (namakamu), tiada wanita lain yang singgah dihatiku kecuali dirimu, hanya kamu gadis yang aku cintai”ucap Bisma sambil memegang kedua tanganmu
“aku percaya Bisma, tapi bukankah ulangtahunmu 3 minggu lagi? Apakah aku bisa menunggu selama itu?”tanyamu sambil melepaskan genggaman tangan Bisma
“kamu pasti bisa sayangku, pasti bisa”ucap Bisma menyemangatimu. Kamupun tersenyum kepadanya



SKIIIPPPP (2 Minggu kemudian)



Bel istirahat, Nada langsung keluar menemui seorang cowok imut. Nada membawa cowok imut itu kehadapanku
“ekheemm! Siapa nih?”tanyamu kepo
“ini pacar baru gue, namanya Dicky”ucap Nada memperkenalkan kekasihnya yang bernama Dicky itu. Dicky mengulurkan tangannya, kamupun menjabat tangannya
“loe bener-bener jahat dan egois Nad!”ucapmu dengan nada yang sedikit meninggi
“gue egois ama jahat kenapa?”tanya Nada dengan nada yang sangat memelas dan bersalah
“masa elo jadian gue enggak dikasih pajaknya sih? ahh!”ucapmu sambil cekikikan. Nada langsung menjitak kepalamu
“ihh gue kirain apaan! Deg-degan tau guenya! Yaudah yuk ke kantin gue yang bayarin!”ucap Nada bersemangat
“ehh sayang, sebagai cowok yang baik, aku aja yang traktir”ucap Dicky diiringi senyuman khasnya
“ahh baiklah, dirimu baik sekalii sayang!”ucap Nada sambil mencubit pipi Dicky, sekarang kamu merasa seperti obat nyamuk
“kacang kacaaang! Sapa mau beli kacaang!”ucapmu sambil mendahului berjalan ke kantin. Nada dan Dicky langsung menyusulmu dengan sedikit berlari kecil.


**********


Sesampainya dikantin kamu, Dicky dan Nada langsung memilih tempat paling pojok dan langsung memesan makanan. Baru kali ini kamu merasakan menjadi obat nyamuk, kamu hanya diam dan melahap spagethy yang kamu pesan. Sampai pada akhirnya...
“(namakamu), kamu percaya gak? kalo kita lempar sendok ini sambil tutup mata ke sembarang tempat dan mengenai seseorang, maka itulah jodohmu”ucap Nada sambil memakan steaknya
“aku enggak percaya sedikitpun”ucapmu singkat padat dan jelas, Nada memanyunkan bibirnya
“coba aja (namakamu), sapa tau salah satu cowok-cowok disini jodohmu”ucap Dicky sambil meminum sekaleng fanta
“ihh enggak mau! Apaan coba masa percaya ama sendok? Lucu bangeett?”ucapmu dengan nada yang diunyukan. Nada dan Dicky berpandangan, mereka satu pikiran. Dicky mengeluarkan kain hitamnya lalu menutup matamu dengan paksa!
“ehh apa-apaan nih! Woyy! Jangan tutup mata gue! Wooy gelap niihh!”ucapmu meminta dilepaskan namun sayang tanganmu juga dipegangi oleh Nada, sepasang kekasih itu memang jahil padamu
“udahlah, kamu nurut aja kek! Penasaran nih gue siapa jodoh lo! Nih sendoknya! Kalo gue kasih aba-aba ampe 3 elo lempar yaa?”ucap Nada. Kamu hanya menghembuskan nafas beratmu dan mengangguk pasrah sambil memegang sendok itu
“okee! Satu! Dua! Tiga! Lempar!”ucap Nada dan Dicky bebarengan. Kamu langsung melemparkan sendok itu ke sembarang tempat. Akhirnya sendok itupun mengenai kepala seseorang
“adaw!”rintih orang itu kesakitan sambil memegang sendok itu.
“nggak mungkin!”ucap Nada tak percaya
“OMG! Kenapa harus dia coba? Bakalan perang dunia ke III nih! Pergi yuk sayang?”ajak Dicky pada Nada dan Nadapun mengangguk
“heyy! Kalian jangan kabur dong! Emangnya kena siapa sih!”ucapmu sambil membuka penutup mata itu. Orang yang kamu lempar sendok itu sedang berada dihadapanmu dan dia menatapmu bingung sambil mengusap kepalanya yang terkena sendokmu itu, tak lupa dia juga memegang sendok yang kamu lempar tadi
“it..itu sen..sendok gue. Ehehe Bisma piss”ucapmu sambil cengengesan dan mengangkat jarimu berbentuk tanda “V”. Bisma duduk disampingmu
“emang kenapa sih kamu lempar-lempar sendok gitu sayang?”tanya Bisma lembut seperti biasanya
“emm itu.. anu emm si Nada ama Dicky bilang kalo, orang yang kita lempar pake sendok dengan tutup mata dialah jodoh kita hehe”jelasmu pada Bisma. Bisma tersenyum memperlihatkan barisan behelnya dan mengacak ponimu
“berarti bener dong ya kalo aku jodohmu?”tanya Bisma padamu. Kamu memegangi tengkuk lehermu, kenapa deg-degan seperti ini! Dumelmu dalam hati
“iya kali Bis hehehe”ucapmu cengengesan. Bisma mencium pipimu sekilas lalu pergi, kamu hanya dapat membolakan matamu dan memegang pipimu. terdapat senyuman yang terukir di bibir indahmu. Lalu kamu langsung berjalan masuk ke dalam kelas karena ada ujian


*********


Seminggu berlalu, hari ini adalah ulangtahun Bisma. pagi-pagi sekali Bisma sudah datang, dia berharap kamulah yang pertama kali mengucapkan “Selamat Ulang Tahun” untuknya. Tebakan Bisma benar, kamu sudah datang pagi ini
“selamat ulang tahun sayang!”ucapmu gembira sambil memeluk kekasih rahasiamu itu. Bisma membalas pelukanmu, bahkan memelukmu lebih erat
“makasih sayang, nanti malem datang ya ke acara ulangtahunku? Ini undangannya, aku harap kamu datang karena aku akan mengakhiri semua permainan ini”ucap Bisma sambil memberikan undangan berwarna merah hati itu, dia langsung menggosok-gosokkan hidungnya ke hidungmu. Bisma suka sekali melakukan itu
“aku akan datang sayang, untukmu”ucapmu sambil tersenyum


(Malam Harinya)


Kamu sudah tampil cantik dengan dress merah selutut, make up yang tidak terlalu tebal, high heels berwarna merah dan tas merah. Kamu menggunakan serba merah karena kamu tahu, Bisma sangat menyukai warna panas itu
“Ok! Sekarang udah siap!”ucapmu didepan cermin. Lalu kamu langsung menuju rumah Bisma dengan mengendarai mobil honda jazz silvermu



Sesampainya dirumah Bisma, kamu melihat disini ada banyak sekali orang, ternyata banyak juga yang datang diulang tahun kekasihmu itu termasuk Dicky dan Nada. Didepan sana, kamu melihat Bisma sangat tampan, dia seperti seorang pangeran. Bisma memakai kemeja berwarna merah dibalut dengan jas hitamnya yang membuat dia semakin mempesona malam ini. Tiba-tiba ada seorang gadis cantik yang menghampiri Bisma
“happy b’day honey!”ucap gadis itu bernadakan sangat mesra. Hatimu merasa perih, namun kamu tahan, kamu masih tahan ketika gadis cantik itu mencium kedua pipi Bisma. waktu telah tiba, kini saatnya Bisma memotong kue ulang tahunnya dan lagi-lagi gadis itu berulah lagi
“potong kuenya honey! Udah waktunya”ucap gadis itu sambil memegang bahu Bisma mesra
Setelah Bisma memotong kuenya, ternyata potongan pertama untuk gadis itu! Bisma memberikan potongan kue pertamanya pada gadis itu, hatimu kesal! Bahkan hancur! Ternyata maksud Bisma mengakhiri permainan ini adalah dia mengakhiri hubungannya denganmu. Airmatamu tak kuasa untuk terjatuh, kamu tidak kuat lagi, rasanya ingin sekali kamu pergi dari tempat itu, namun sebuah petikan gitar tiba-tiba kamu dengar

“* ku mencintaimu lebih dari apapun

Meskipun tiada satu orang pun yg tahu
Ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku
Meskipun engkau hanya kekasih gelapku



Yakinlah bahwa engkau adalah cintaku
Yg kucari slama ini dalam hidupku
Dan hanya padamu kuberikan sisa cintaku
Yg panjang dalam hidupku


Repeat *



Ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku

Meskipun engkau hanya kekasih gelapku
Ku mencintaimu lebih dari apapun
Meskipun tiada satu orang pun yg tahu
Ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku
Meskipun engkau hanya kekasih gelapku”



Setelah Bisma menyanyikan lagu itu, dia langsung berjalan mendekatimu dan memelukmu dari belakang
“aku mencintaimu”ucap Bisma lembut. Kamu memutar tubuhmu dan menamparnya keras ~Plaaaak!
“sudahlah Bisma! hentikan sandiwara ini! Kulihat kau sudah bahagia dengan gadis pilihanmu itu! Jadi tinggalkan aku!”ucapmu membentaknya sambil deraian airmata jatuh dari kelopak mata kelincimu
“apa sih maksudmu? Wanita yang mana? Gadis yang kucinta hanyalah dirimu percayalah”tanya Bisma bingung sambil dia memegangi pipinya yang habis kamu tampar
“wanita yang bersamamu diatas panggung tadi! Sudahlah! Tinggalkan aku! Aku akan pergi dari hidupmu!”ucapmu sambil menangis tersedu-sedu. Bisma langsung mengerti, dia menarikmu ke ruang tengah dan mempertemukanmu dengan gadis yang tadi
“jadi? kau curiga dengannya? Ayolah sayang, dia itu adikku yang baru pulang dari Aussie. Masa mau kamu cemburuin?”tanya Bisma kepadamu, kamu menautkan alismu.
“jadi dia adikmu?”tanyamu pada Bisma, Bisma mengangguk
“masih gak percaya? Nih Novaa! Kesini doong!”panggil Bisma pada seseorang yang bernama Nova itu. Gadis itu mendekat
“ada apa kak?”tanya Nova pada Bisma. jelaskan padanya kalau kamu itu adikku”perintah Bisma pada Nova
“ohh iya, kenalkan aku Nova, adik ka Bisma”ucap Nova memperkenalkan diri. Kamu menyambut uluran tangannya
“(namakamu), jadi kamu adiknya Bisma? bukan pacarnya?”tanyamu lagi pada Nova, Nova mengangguk
“masa iya aku pacaran ama kakak honeyku ini sendiri? Reza gimana dong? Kan dia nanti kesepian”ucap Nova sedikit melucu. Bisma tertawa
“yaudah sana kamu balik ke Reza”perintah Bisma, Nova mengangguk dan berlari menghampiri Reza
“masih engga percaya? Hmm?”tanya Bisma sedikit menyindir. Kamu hanya cengengesan dibuatnya. Maluuu rasanyaa!
“percaya deh Bisma hehe”ucapmu pada Bisma. Bisma menarik tanganmu ke atas panggung dan kamu tidak tahu apa yang akan dia lakukan
“mohon perhatiannya sebentar. Saya ingin memberikan sebuah pengumuman, yang ada disamping saya ini adalah calon tunangan saya. Dan saya akan membuatnya menjadi tunangan saya”ucap Bisma yang membuat matamu membola. Begitu juga dengan Nada dan Dicky
“ehh mereka kan engga kenal baik! Kok bisa tunangan sih?”tanya Nada pada Dicky
“engga tau juga sayang, aku aja bingung”ucap Dicky sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal itu. Sementara diatas panggung kamu masih terpelongo. Bisma berlutut dihadapanmu, dia memegang tangan kirimu dan mengeluarkan sesuatu dari jasnya
“maukah kau menjadi tunanganku?”tanya Bisma sesakral mungkin. Wajahmu memerah seperti kepiting rebus sambil mengangguk
“aku mau Bis”jawabmu. Bisma langsung mengeluarkan cincin permata itu lalu memasangkannya dijari kirimu. Semua hadirin bertepuk tangan dengan meriahnya


Malam itu adalah awal hubungan manis kalian. Kalian dari hari ke hari semakin mesra dan Bisma tidak pernah lagi membiarkan airmatamu jatuh karenanya. SELESAI!



Sampai bertemu dipostingan selanjutnyaa :)

Ini sudah pernah saya terbitkan di Facebook, Fb saya Lala Priincess Yuppi S'lalu :)
Diberdayakan oleh Blogger.