- Home »
- Kekasih Gelapku (cerpen dream high)
“ya ampuunnn itu cowo manusia apa malaikat sih?!
gantengnya kebangetaaann!”ucap Nada berteriak, sambil senyum-senyum
seperti orang gila. Kamupun menoleh
“hah! Malaikat! Mana! Mana!”ucapmu kaget sambil celingukan mencari sosok malaikat yang diteriaki oleh Nada
“itu
tuuhh!”ucap Nada sambil memutarkan kepalamu menghadap malaikat
tersebut, Nada memang suka begitu, berbuat secara tiba-tiba. Wajahmu
langsung beremotion seperti ini (-__)
“itu kan si Bisma, apanya
yang ganteng? Pake acara bawa-bawa malaikat lagi, dia mah wajahnya biasa
aja! No more!”ucapmu sambil akan focus lagi membaca buku novelmu yang
berjudul “CLBK”. Bisma yang merasa namanya disebut-sebut langsung
menoleh ke kalian berdua
“mata lo katarak apa ada yang salah sih?
dia itu cowo terganteng sekaligus cowo ter-cool di kampus kita!”ucap
Nada lagi dengan hebohnya, kamu hanya manggut-manggut
“terus? Gue mesti bilang waooo gitu?”ucapmu cuek sambil terus memfokuskan matamu ke buku novel tersebut
“terus
terus! Nabrak lo! Lihat tuh!”ucap Nada lagi sambil memutarkan kepalaku
untuk kedua kalinya, memangnya kamu itu sekrup apa bisa diputar-putar
seenaknya sendiri? Saat kamu melihat pandangan yang ditujukan Nada,
ternyata Bisma mendekat ke arah kalian
“hai”ucap cowo berwajah malaikat bernama Bisma itu kepada kami berdua, dia duduk disebelahmu namun kamu menjauhinya
“boleh kenalan?”tanya Bisma lembut pada kami berdua sambil tersenyum memamerkan deretan gigi berbehelnya yang rapi
“nama gue Nada!”ucap Nada semangat sambil membalas uluran tangan Bisma yang tadinya menganggur. Bisma menjabat tangan Nada
“gue balik ke kelas dulu ya? Tugas gue belum kelar”ucapmu sambil berjalan keluar dari kantin sambil menenteng buku novelmu
“aneh tuh anak, padahal kan enggak ada tugas apapun hari ini”ucap Nada lirih namun terdengar oleh Bisma
“kenapa tuh temen lo?”tanya Bisma pada Nada, Nada mengangkat bahunya tanda tidak tahu
“emang aneh dari orok kalik”ucap Nada sambil membereskan buku-bukunya dan memasukkannya ke dalam tas
“tuh
cewe beda dari yang lain, biasanya setiap cewek yang lihat gue pasti
klepek-klepek, nah ini? You’re special girl, different than other”Batin
Bisma sambil tersenyum melihatmu yang masih terlihat dikejauhan
“hai Bisma? kok ngelamun?”tanya Nada sambil melambaikan tangannya ke depan wajah Bisma, Bisma tersadar dari lamunannya
“ehh...
emm eng...enggak kok, gue ke kelas dulu ya? Babay”ujar Bisma sambil
berlari menjemput tasnya yang tertinggal dibangkunya tadi dan membawanya
pergi menuju kelasnya. Nada hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal
karena bingung, diapun juga ke kelas.
Kenapa kalian bersikap
seperti itu kepada Bisma? kamu memang sudah terkenal dingin dan cuek
pada semua cowok karena pengkhianatan yang dilakukan mantanmu yang
bernama Morgan, 4 bulan yang lalu. Itu ajasih yang author tau :P
Di Kelas
“lo tadi ngapain pake acara-acara pergi segala?”tanya Nada yang langsung duduk disampingmu, kamu menoleh padanya
“ya abis loe keasikan ngobrol sama si itu.. em.. sapa namanya?”tanyamu sambil kamu merem dan mengingat-ingat
“Bisma?”Nada membantumu mengingat namanya. Kamu membuka matamu lagi sambil menjentikkan jarimu
“nah itu! Makanya gue gamau ganggu dan jadi obat nyamuk, akhirnya gue pergi ajadeh”ucapmu cuek
“tapi
(namakamu) sayang, tadi si Bisma itu liatnya ke elo! Bukan ke gue!”ucap
Nada sambil meletakkan tasnya dan menghadap kamu lagi, kamu menghadap
Nada
“oh ya? Masyaa?”ucapmu meremehkan, Nada ngotot kalau Bisma
itu melihatmu, namun kamu hanya mengiyakannya saja, masuk kuping kanan
keluar kuping kiri
Tak lama kemudian pembicaraan kalian berhenti
karena bel sudah berbunyi dan guru kedua yang masuk adalah bu Giselle,
guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, namun dia datang tidak sendiri ada
seseorang yang mengekori bu Giselle dari belakang. Dan kamu mengenalnya
“baik
anak-anak, ada teman kalian yang ingin pindah jurusan menjadi ke
jurusan Sastra 3, ayo perkenalkan namamu”ucap Bu Giselle memerintah anak
itu, anak itu mengangguk
“nama gue Bisma Karisma, gue pindahan
dari kelas DKV, semoga kalian bisa berteman baik sama gue”ucap Bisma
memperkenalkan dirinya dengan singkat padat dan jelas
“oke Bisma
silahkan duduk, pilih bangku kosong yang kamu suka”ucap Bu Giselle,
semua murid cewek menyuruh Bisma untuk duduk didekat bangkunya, Bisma
melirikmu dan langsung duduk didekatmu, kamu hanya menggerutu
“okey,
karena ada rapat dosen hari ini jadi, kalian boleh pulang setelah jam
istirahat, terimakasih”ucap Bu Giselle sambil membereskan bukunya dan
pergi dari kelasmu
“yeeeeee!!”teriak sorak sorak semua mahasiswa karena pulang lebih cepat.
“seneng banget sih yang namanya pulang? Mau ngapain coba dirumah?”ucapmu lirih namun Bisma dapat mendengarnya
“emangnya
kenapa? Elo gak suka pulang?”tanya Bisma sambil mencangklong tas
merahnya. Dikelas hanya ada kalian berdua, Nada sudah meninggalkanmu
karena Nada ingin segera tidur
“emm gapapa kok (selang berapa
detik) ehh kok gue jadi ngomong sama loe sih?”ucapmu tersadar karena
telah mengobrol dengan Bisma. Bisma menautkan alisnya
“loh emang kenapa? Engga boleh? Ada yang larang ya?”tanya Bisma sambil berdiri dari bangkunya
“gak ada sih”ucapmu cuek sambil melirik jam tangan hitamu
“ohh
iya kita tadi belum sempat kenalan, nama loe siapa?”tanya Bisma lembut
sambil mengulurkan tangannya, kamu menghela nafas berat
“nama gue (namalengkapmu) panggil aja (namakamu)”ucapmu dingin sambil membalas uluran tangan Bisma dan melepaskannya kembali
“kenapa sih loe kok dingin banget ama gue?”tanya Bisma sambil menurunkan tangannya
“gapapa ko, gue pulang dulu”ucapmu sambil berlari kecil
“adrenalin gue makin tertantang buat dapetin kamu (namakamu)”batin Bisma sambil tersenyum lalu dia pulang
*******
Keesokan
Harinya, seperti biasa sebagai murid baik dan teladan kamu berangkat
pagi-pagi, kamu bersenandung saat melewati lorong dan menuju lockermu
yang bertuliskan angka 27, namun saat kamu membukanya ada yang aneh
“hei!
Lolipop! Kesukaan gue! (celingukan) siapa yang kasih ya? (mikir bentar)
auk ahh keberuntungan bagi gue kali yak”ucapmu sambil membuka bungkus
lolipop itu dan memakannya. Kamu mengemut lolipop itu sambil berjalan
menuju kelas, tak disangka-sangka ternyata- -
“Bis...Bisma?”ucapmu tergagap begitu melihat Bisma sedang asik membaca komik doraemonnya. Bisma melihatmu dan tersenyum
“pagi,
kamu udah dateng juga rupanya?”tanya Bisma, kamu nyengir sambil
mengangguk dan langsung duduk. Bisma mengajakmu mengobrol dan kamu
terpaksa menanggapinya, lama kelamaan ternyata asik mengobrol dengan
Bisma
2 minggu kemudian, kamu
sering berangkat pagi dan tentunya sering juga menemui Bisma. kalian
semakin akrab dan dekat, kalian sering sharing, tertawa bersama,
mengobrol dan masih banyak lagi. Suatu pagi Bisma mengajakmu ke taman
belakang kampus
“emm (namakamu) kita ke taman belakang yuk?”ajak Bisma dengan wajah sumringah
“tapi
Bisma, taman belakang kan serem Bis, ini masih pagi pula, gamau
ahh”ucapmu sambil memfokuskan pandanganmu lagi ke hape Applemu
“udahlah,
tenang aja, selama ada aku disampingmu, percayalah kau akan baik
saja”ucap Bisma meyakinkanmu, kamu memandangi wajah seriusnya, kamu
mengunci hapemu dan memasukkannya ke dalam kantong
“yaudah deh yuk”ucapmu menyejutujui ajakan Bisma. kamu dan Bisma langsung menuju taman belakang yang terkenal menyeramkan itu
*Sesampainya di taman*
Kamu
langsung berjalan mendahului Bisma karena ada yang menarik perhatianmu,
deretan bunga-bunga yang indah nan berwarna-warni terhampar luas
didepan matamu. Taman ini tak terurus karena dulu rumornya ada mahasiswi
yang bunuh diri ditaman ini.
“ternyata taman ini tak seseram yang
aku bayangkan, bahkan bunga-bunga disini sangat cantik”ucapmu
mengangumi bunga ciptaan Tuhan itu. Bisma mendekatimu sambil meletakkan
tangannya dikantongnya
“tetapi, kecantikan bunga itu tetap tidak
bisa mengalahkan kecantikan yang terpancar diwajahmu”ucap Bisma sambil
tersenyum. Jantungmu langsung berdegup kencang begitu Bisma mengucapkan
itu
“ihh Bisma, ada-ada ajadeh”balasku sambil berjalan kedepan untuk menutupi wajahku yang sudah memerah
“(namakamu), gue mau ngomong sesuatu”ucap Bisma dengan nada serius, kamupun menghentikan langkahmu
“sesuatu? Syahrini dong?”candamu sambil kamu tertawa cekikikan. Bisma mendekatimu dan menghadapkan badanmu ke badannya
“gue serius (namakamu)”ucap Bisma lagi sambil menatap mata kelincimu dengan serius
“mau ngomong apa Bis?”tanyamu sambil menatap balik Bisma dengan jantung yang sudah berdegup kencang
“(namakamu)
gue suka sama loe saat pertama kali kita ketemu di kantin waktu
itu”ucap Bisma dengan penuh perasaan, mata kelincimu langsung membola
dan mulutmu sedikit menganga.
“Bis? Loe gak kesurupan kan?”tanyamu pada Bisma sambil menempelkan punggung tanganmu ke dahinya
“enggak kok (namakamu), tapi, kamu mau gak jadi emm,,,, kekasih gelapku?”tanya Bisma dengan keraguan
“hah? Kok kekasih gelap?”tanyamu sambil kamu menautkan alismu
“karena
aku gak mau ada yang tau tentang hubungan kita, dan aku akan mengakhiri
permainan ini pada saat aku berulang tahun nantinya”ucap Bisma sambil
mendudukkanmu dikursi panjang taman
“emm gimana kalo gue nanti
ditanyain sama Nada? Loe tau kan kalo dia itu kepo banget? Terus nanti
gimana kalo nanti ada orang yang tau? Terus nanti kalo ada yang curiga
ama kedeketan kita gimana? Terus nanti kalo ----“cerocosanmu terpotong
karena Bisma mengecup bibir mungilmu hangat. Ingin rasanya tanganmu
melepaskan ciuman itu, namun Bisma menahan tanganmu agar tetap berada
ditempat dan tidak bergerak bahkan Bisma meletakkan tanganmu dilehernya
dan tangannya melingkar dipinggangmu. 15 menit berlalu, Bisma melepaskan
ciumannya, kamu tertunduk malu tak berani menatap Bisma
“kenapa (namakamu)?”tanya Bisma sambil mendongakkan kepalamu
“aku...aku...aku”kamu tidak tahu harus mengucapkan apa, kamu sangat gugup sekarang
“percayalah
(namakamu), tiada wanita lain yang singgah dihatiku kecuali dirimu,
hanya kamu gadis yang aku cintai”ucap Bisma sambil memegang kedua
tanganmu
“aku percaya Bisma, tapi bukankah ulangtahunmu 3 minggu
lagi? Apakah aku bisa menunggu selama itu?”tanyamu sambil melepaskan
genggaman tangan Bisma
“kamu pasti bisa sayangku, pasti bisa”ucap Bisma menyemangatimu. Kamupun tersenyum kepadanya
SKIIIPPPP (2 Minggu kemudian)
Bel istirahat, Nada langsung keluar menemui seorang cowok imut. Nada membawa cowok imut itu kehadapanku
“ekheemm! Siapa nih?”tanyamu kepo
“ini
pacar baru gue, namanya Dicky”ucap Nada memperkenalkan kekasihnya yang
bernama Dicky itu. Dicky mengulurkan tangannya, kamupun menjabat
tangannya
“loe bener-bener jahat dan egois Nad!”ucapmu dengan nada yang sedikit meninggi
“gue egois ama jahat kenapa?”tanya Nada dengan nada yang sangat memelas dan bersalah
“masa elo jadian gue enggak dikasih pajaknya sih? ahh!”ucapmu sambil cekikikan. Nada langsung menjitak kepalamu
“ihh gue kirain apaan! Deg-degan tau guenya! Yaudah yuk ke kantin gue yang bayarin!”ucap Nada bersemangat
“ehh sayang, sebagai cowok yang baik, aku aja yang traktir”ucap Dicky diiringi senyuman khasnya
“ahh baiklah, dirimu baik sekalii sayang!”ucap Nada sambil mencubit pipi Dicky, sekarang kamu merasa seperti obat nyamuk
“kacang
kacaaang! Sapa mau beli kacaang!”ucapmu sambil mendahului berjalan ke
kantin. Nada dan Dicky langsung menyusulmu dengan sedikit berlari kecil.
**********
Sesampainya
dikantin kamu, Dicky dan Nada langsung memilih tempat paling pojok dan
langsung memesan makanan. Baru kali ini kamu merasakan menjadi obat
nyamuk, kamu hanya diam dan melahap spagethy yang kamu pesan. Sampai
pada akhirnya...
“(namakamu), kamu percaya gak? kalo kita lempar
sendok ini sambil tutup mata ke sembarang tempat dan mengenai seseorang,
maka itulah jodohmu”ucap Nada sambil memakan steaknya
“aku enggak percaya sedikitpun”ucapmu singkat padat dan jelas, Nada memanyunkan bibirnya
“coba aja (namakamu), sapa tau salah satu cowok-cowok disini jodohmu”ucap Dicky sambil meminum sekaleng fanta
“ihh
enggak mau! Apaan coba masa percaya ama sendok? Lucu bangeett?”ucapmu
dengan nada yang diunyukan. Nada dan Dicky berpandangan, mereka satu
pikiran. Dicky mengeluarkan kain hitamnya lalu menutup matamu dengan
paksa!
“ehh apa-apaan nih! Woyy! Jangan tutup mata gue! Wooy gelap
niihh!”ucapmu meminta dilepaskan namun sayang tanganmu juga dipegangi
oleh Nada, sepasang kekasih itu memang jahil padamu
“udahlah, kamu
nurut aja kek! Penasaran nih gue siapa jodoh lo! Nih sendoknya! Kalo
gue kasih aba-aba ampe 3 elo lempar yaa?”ucap Nada. Kamu hanya
menghembuskan nafas beratmu dan mengangguk pasrah sambil memegang sendok
itu
“okee! Satu! Dua! Tiga! Lempar!”ucap Nada dan Dicky
bebarengan. Kamu langsung melemparkan sendok itu ke sembarang tempat.
Akhirnya sendok itupun mengenai kepala seseorang
“adaw!”rintih orang itu kesakitan sambil memegang sendok itu.
“nggak mungkin!”ucap Nada tak percaya
“OMG! Kenapa harus dia coba? Bakalan perang dunia ke III nih! Pergi yuk sayang?”ajak Dicky pada Nada dan Nadapun mengangguk
“heyy!
Kalian jangan kabur dong! Emangnya kena siapa sih!”ucapmu sambil
membuka penutup mata itu. Orang yang kamu lempar sendok itu sedang
berada dihadapanmu dan dia menatapmu bingung sambil mengusap kepalanya
yang terkena sendokmu itu, tak lupa dia juga memegang sendok yang kamu
lempar tadi
“it..itu sen..sendok gue. Ehehe Bisma piss”ucapmu
sambil cengengesan dan mengangkat jarimu berbentuk tanda “V”. Bisma
duduk disampingmu
“emang kenapa sih kamu lempar-lempar sendok gitu sayang?”tanya Bisma lembut seperti biasanya
“emm
itu.. anu emm si Nada ama Dicky bilang kalo, orang yang kita lempar
pake sendok dengan tutup mata dialah jodoh kita hehe”jelasmu pada Bisma.
Bisma tersenyum memperlihatkan barisan behelnya dan mengacak ponimu
“berarti
bener dong ya kalo aku jodohmu?”tanya Bisma padamu. Kamu memegangi
tengkuk lehermu, kenapa deg-degan seperti ini! Dumelmu dalam hati
“iya
kali Bis hehehe”ucapmu cengengesan. Bisma mencium pipimu sekilas lalu
pergi, kamu hanya dapat membolakan matamu dan memegang pipimu. terdapat
senyuman yang terukir di bibir indahmu. Lalu kamu langsung berjalan
masuk ke dalam kelas karena ada ujian
*********
Seminggu
berlalu, hari ini adalah ulangtahun Bisma. pagi-pagi sekali Bisma sudah
datang, dia berharap kamulah yang pertama kali mengucapkan “Selamat
Ulang Tahun” untuknya. Tebakan Bisma benar, kamu sudah datang pagi ini
“selamat
ulang tahun sayang!”ucapmu gembira sambil memeluk kekasih rahasiamu
itu. Bisma membalas pelukanmu, bahkan memelukmu lebih erat
“makasih
sayang, nanti malem datang ya ke acara ulangtahunku? Ini undangannya,
aku harap kamu datang karena aku akan mengakhiri semua permainan
ini”ucap Bisma sambil memberikan undangan berwarna merah hati itu, dia
langsung menggosok-gosokkan hidungnya ke hidungmu. Bisma suka sekali
melakukan itu
“aku akan datang sayang, untukmu”ucapmu sambil tersenyum
(Malam Harinya)
Kamu
sudah tampil cantik dengan dress merah selutut, make up yang tidak
terlalu tebal, high heels berwarna merah dan tas merah. Kamu menggunakan
serba merah karena kamu tahu, Bisma sangat menyukai warna panas itu
“Ok!
Sekarang udah siap!”ucapmu didepan cermin. Lalu kamu langsung menuju
rumah Bisma dengan mengendarai mobil honda jazz silvermu
Sesampainya
dirumah Bisma, kamu melihat disini ada banyak sekali orang, ternyata
banyak juga yang datang diulang tahun kekasihmu itu termasuk Dicky dan
Nada. Didepan sana, kamu melihat Bisma sangat tampan, dia seperti
seorang pangeran. Bisma memakai kemeja berwarna merah dibalut dengan jas
hitamnya yang membuat dia semakin mempesona malam ini. Tiba-tiba ada
seorang gadis cantik yang menghampiri Bisma
“happy b’day
honey!”ucap gadis itu bernadakan sangat mesra. Hatimu merasa perih,
namun kamu tahan, kamu masih tahan ketika gadis cantik itu mencium kedua
pipi Bisma. waktu telah tiba, kini saatnya Bisma memotong kue ulang
tahunnya dan lagi-lagi gadis itu berulah lagi
“potong kuenya honey! Udah waktunya”ucap gadis itu sambil memegang bahu Bisma mesra
Setelah
Bisma memotong kuenya, ternyata potongan pertama untuk gadis itu! Bisma
memberikan potongan kue pertamanya pada gadis itu, hatimu kesal! Bahkan
hancur! Ternyata maksud Bisma mengakhiri permainan ini adalah dia
mengakhiri hubungannya denganmu. Airmatamu tak kuasa untuk terjatuh,
kamu tidak kuat lagi, rasanya ingin sekali kamu pergi dari tempat itu,
namun sebuah petikan gitar tiba-tiba kamu dengar
“* ku mencintaimu lebih dari apapun
Meskipun tiada satu orang pun yg tahu
Ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku
Meskipun engkau hanya kekasih gelapku
Yakinlah bahwa engkau adalah cintaku
Yg kucari slama ini dalam hidupku
Dan hanya padamu kuberikan sisa cintaku
Yg panjang dalam hidupku
Repeat *
Ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku
Meskipun engkau hanya kekasih gelapku
Ku mencintaimu lebih dari apapun
Meskipun tiada satu orang pun yg tahu
Ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku
Meskipun engkau hanya kekasih gelapku”
Setelah Bisma menyanyikan lagu itu, dia langsung berjalan mendekatimu dan memelukmu dari belakang
“aku mencintaimu”ucap Bisma lembut. Kamu memutar tubuhmu dan menamparnya keras ~Plaaaak!
“sudahlah
Bisma! hentikan sandiwara ini! Kulihat kau sudah bahagia dengan gadis
pilihanmu itu! Jadi tinggalkan aku!”ucapmu membentaknya sambil deraian
airmata jatuh dari kelopak mata kelincimu
“apa sih maksudmu?
Wanita yang mana? Gadis yang kucinta hanyalah dirimu percayalah”tanya
Bisma bingung sambil dia memegangi pipinya yang habis kamu tampar
“wanita
yang bersamamu diatas panggung tadi! Sudahlah! Tinggalkan aku! Aku akan
pergi dari hidupmu!”ucapmu sambil menangis tersedu-sedu. Bisma langsung
mengerti, dia menarikmu ke ruang tengah dan mempertemukanmu dengan
gadis yang tadi
“jadi? kau curiga dengannya? Ayolah sayang, dia
itu adikku yang baru pulang dari Aussie. Masa mau kamu cemburuin?”tanya
Bisma kepadamu, kamu menautkan alismu.
“jadi dia adikmu?”tanyamu pada Bisma, Bisma mengangguk
“masih gak percaya? Nih Novaa! Kesini doong!”panggil Bisma pada seseorang yang bernama Nova itu. Gadis itu mendekat
“ada apa kak?”tanya Nova pada Bisma. jelaskan padanya kalau kamu itu adikku”perintah Bisma pada Nova
“ohh iya, kenalkan aku Nova, adik ka Bisma”ucap Nova memperkenalkan diri. Kamu menyambut uluran tangannya
“(namakamu), jadi kamu adiknya Bisma? bukan pacarnya?”tanyamu lagi pada Nova, Nova mengangguk
“masa
iya aku pacaran ama kakak honeyku ini sendiri? Reza gimana dong? Kan
dia nanti kesepian”ucap Nova sedikit melucu. Bisma tertawa
“yaudah sana kamu balik ke Reza”perintah Bisma, Nova mengangguk dan berlari menghampiri Reza
“masih engga percaya? Hmm?”tanya Bisma sedikit menyindir. Kamu hanya cengengesan dibuatnya. Maluuu rasanyaa!
“percaya deh Bisma hehe”ucapmu pada Bisma. Bisma menarik tanganmu ke atas panggung dan kamu tidak tahu apa yang akan dia lakukan
“mohon
perhatiannya sebentar. Saya ingin memberikan sebuah pengumuman, yang
ada disamping saya ini adalah calon tunangan saya. Dan saya akan
membuatnya menjadi tunangan saya”ucap Bisma yang membuat matamu membola.
Begitu juga dengan Nada dan Dicky
“ehh mereka kan engga kenal baik! Kok bisa tunangan sih?”tanya Nada pada Dicky
“engga
tau juga sayang, aku aja bingung”ucap Dicky sambil menggaruk kepalanya
yang sama sekali tidak gatal itu. Sementara diatas panggung kamu masih
terpelongo. Bisma berlutut dihadapanmu, dia memegang tangan kirimu dan
mengeluarkan sesuatu dari jasnya
“maukah kau menjadi tunanganku?”tanya Bisma sesakral mungkin. Wajahmu memerah seperti kepiting rebus sambil mengangguk
“aku
mau Bis”jawabmu. Bisma langsung mengeluarkan cincin permata itu lalu
memasangkannya dijari kirimu. Semua hadirin bertepuk tangan dengan
meriahnya
Malam itu adalah awal hubungan
manis kalian. Kalian dari hari ke hari semakin mesra dan Bisma tidak
pernah lagi membiarkan airmatamu jatuh karenanya. SELESAI!
Sampai bertemu dipostingan selanjutnyaa :)
Ini sudah pernah saya terbitkan di Facebook, Fb saya Lala Priincess Yuppi S'lalu :)