Archive for November 2013
Malaikat Milikku Cerpen SMASH & JKT48
Halohaaaa WOTA and SMASHBLAST! Saya bawa cerpen lagi niih!
Butuh 2 MJKT48 ama 1 MS. Kali ini saya pake yang sipit-sipit ahahay! Tapi
ceritanya jauh loh dari Japanesse, lebih kaya ke khayalan yang jadi nyata. Are
you ready?
Pollow @lalaa_JKT48 yak mwehehe :D
Yaudahlah daripada saya kebanyakan ngomong, mendingan
langsung saja cap cuuusss :D
T
A
P
T
U
S
S
S
Suatu hari di istana langit, ada seorang malaikat yang sangat
ceroboh. Malaikat cantik itu sering sekali berbuat kesalahan, dia tidak pernah
melakukan sesuatu dengan benar. Padahal dia adalah anak sang raja malaikat.
“yaampun Renaa! Kami ini Cuma disuruh buat nata bunga aja
engga bisa, gimana sih kamu?”kesal bunda malaikat cantik ini, malaikat ini
bernama Rena. Rena menggaruk kepalanya yang diatasnya ada lingkaran putih
transparan
“maaf bunda, Rena engga bisa ngerangkai bunga bunda, jadinya
kaya begitu deh”Rena menjawab sambil menundukkan kepalanya
“yasudah tidak apa-apa, sana temui ayahmu, ayahmu mau bicara
sesuatu denganmu”ucap Bunda Rena sambil menata kembali rangkaian bunga Rena
yang kacau
“iya bunda!”Rena berlari sampai-sampai dia menabrak vas bunga
yang besar (-__-‘). Malaikat lain memperhatikan Rena, Rena hanya cengar-cengir
GJ karena malu
“selaluu aja deh Putri Rena kaya gitu”timpal malaikat yang
bernama Beby
“iyah, kayanya seumur-umur belum pernah ngelakuin hal dengan
benar kecuali tidur dan makan deh”sahut malaikat cantik bernama Cindy.
“hey kalian ini, masa ama tuan putri Rena kaya gitu, udahdeh
kalian urus diri sendiri dulu, udah bener apa engga? Mentang-mentang malaikat
huh!”ujar malaikat satunya yang bernama Sendy ini. Cindy dan Beby mendengus
kesal sambil melanjutkan merangkai bunga mawar putih. Rena segera mungkin
menghadap kepada ayahandanya
“ada apa ayah? Kenapa manggil Rena?”Rena bertanya pada
ayahnya sambil duduk disebelah singgasana ayahnya itu, ayahnya mengajak Rena ke
suatu tempat
“ayo ikut ayah”ajak sang raja. Rena mengangguk dan mengikuti
ayahnya. Tidak lama kemudian Rena dan ayahnya sampai ke taman, ayah Rena
menggetok air kolam yang ada ditengah tengah taman itu dengan tongkatnya.
Tiba-tiba munculah gambar seorang pria tampan bermata sipit sedang kelihatan
frustasi
“kau lihat Rena? Namanya Rafael Tan, dia sedang mengalami
depresi yang sangat berat karena ditinggal kekasihnya. Ayah mempunyai tugas
untukmu sekarang”Ayahanda Rena mengetok kembali kolam itu, kolam itu langsung
menjadi air jernih biasa
“tugas apa ayahanda?”tanya Rena sambil memperhatikan ayahnya
“coba hiburlah dia, sembuhkan luka hatinya. Jika kau bisa
melewati tantangan ayah, kamu akan ayah beri mahkota malaikat, karena ayah
yakin kau baru bisa menjaga mahkota turun temurun itu”ucap ayahanda Rena. Rena
mengangguk, Rena tau kenapa mahkota itu belum juga diturunkan padanya, karena
ia sangat ceroboh -__-
“Rena akan coba semampu Rena ayah. Rena akan turun ke bumi
sekarang juga”Rena berlari dan hampir menuju ke tangga langit
“tunggu Rena!”ayah Rena mengejar Rena dengan terbang. Rena
berhenti berlari
“ada apa ayah?”tanya Rena pada ayahnya. Ayahnya turun dan
menapak tanah
“sayapmu belum kamu kembangkan Rena, selalu saja kamu
ini”ucap ayahanda Rena. Rena senyum-senyum GJ sambil menggaruk kepalanya
“iya ayah, Rena akan kembangkan”Rena mengembangkan sayap
malaikat putihnya yang indah, yaiyalah indah orang putri raja! -__- #emosi
“hati-hati Rena, cepat kembali”Ayah Rena berteriak sambil
melambaikan tangan, Rena berbalik melihat ayahnya sambil terbang.
“iya ayaah!”teriak Rena. Rena terbang menuju bumi.
(At Kampus Maranatha)
“Stella, please jangan sama dia Stel, ayok balik lagi sama
aku. Apasih kurangnya aku dibanding dia?”tanya seorang pria tampan bernama
Rafael Tan ini, tak salah lagi dia adalah target Rena untuk disembuhkan hatinya
. Rena bersembunyi dibalik pohon mangga, pakaiannya sudah seperti manusia pada
umumnya
“Apaan sih lo Raf! Loe itu 10000x lebih baik dari dia! Loe
itu jelek! Gak trendy lagi! Eouuh!”ucap gadis manis bernama Stella Cornelia
ini. Stella dulunya adalah pacar Rafael yang sekarang menjadi mantan kekasih
Rafael
“Stel, kenapa sih kamu giniin aku? Sini sama aku Stel”Rafael
menarik tangan Stella. Stella mencoba melepaskannya, namun terlalu kuat.
Akhirnya pacar baru Stella yang bernama Aldi melepaskan pegangan
“jangan pernah lo ganggu cewe gua! Pergi lo!”Aldi
menghempaskan tangan Rafael dengan kerasnya. Stella tidak menolong Rafael malah
menertawakan Rafael
“udah ahh sayang, jangan buang amarah kamu buat ngadepin cowo
kaya dia! Mendingan kita makan aja”Stella memeluk tangan Aldi dengan manjanya.
Aldi mengangguk dan membawa Stella pergi dari hadapan Rafael
“jahat sekali! Itu harus dibalas!”Rena memutar-mutar jarinya
yang bercahaya dan menunjuknya ke mobil Aldi. Ban mobil Aldi langsung kempes
saat Stella dan Aldi sudah ada didalamnya.
“loh kenapa ini sayang?”tanya Stella saat mobilnya berjalan
dengan tidak nyaman. Aldi menghentikan jalannya mobil itu dan melihat
“shit! Bannya kempes! Ayok kita dorong ke bengkel sayang”ajak
Aldi pada Stella. Stella shock!
“apa dorong? Engga banget deh yank!”ujar Stella sambil
bersolek didalam mobi. Aldi membuka pintu mobilnya menaruh bedak Stella dan
menarik tangan Stella hingga Stella keluar dari mobil
“kamu mau pulang gak?”tanya Aldi. Stella mengangguk
“yaudah ayok dorong!”ujar Aldi. Stella menurut mulutnya terus
mengomel. Rena terkikik dibawah pohon mangga, tiba-tiba ada sebuah mangga jatuh
menimpa kepala Rena.
“aduuh, sakit”keluh Rena sambil berjongkok dan mengelus
kepalanya yang terkena mangga tadi. Rafael mendengar rintihannya dan berjalan
menuju Rena
“hey? Loe gak apa apa kan?”Rafael berjongkok mensejajari
tinggi Rena. Rena menatap Rafael sebentar lalu kembali fokus ke kepalanya
“apa itu lo.. apa tadi? Ahh lo..we! apa itu?”tanya Rena
polos, memang di dunia malaikat tidak pernah diajarkan kata-kata kasar seperti
itu. Hanya kata-kata lembut dan sopan yang dipergunakan didunia malaikat
“loe itu artinya kamu, yaudah deh. Kamu kenapa?”Ulang Rafael
bertanya kepala Rena. Rena mengerti, ia menunjukkan mangga yang tadinya jatuh
dan mendarat dikepalanya. Rafael tertawa
“ahahaha, aduuh kasihan banget sih loe, ehh salah kamu ahaha!
Siniin mangganya biar aku makan kalo udah sampe rumah”Rafael merebut mangga
berwarna jingga yang tadinya berada ditangan Rena
“yaudah sih buat kamu aja, aku engga pernah makan makanan
begituan”ucap Rena sambil memandangi buah yang tadi dipegangnya itu. Rafael
memandangi Rena lalu Rafael mengulurkan tangannya
“namaku Rafael, kamu siapa?”tanya Rafael pada Rena. Rena membalas uluran tangan Rafael sambil tersenyum manis, membuat mata sipitnya menjadi lebih sipit lagi
“namaku Rafael, kamu siapa?”tanya Rafael pada Rena. Rena membalas uluran tangan Rafael sambil tersenyum manis, membuat mata sipitnya menjadi lebih sipit lagi
“namaku Rena”balas Rena, Rafael mengangguk-angguk
“rumahmu dimana?”tanya Rafael pada Rena, Rena menggigit
bawahnya sambil melihat kesana-kemari
“aku tidak punya rumah, bolehkah aku menumpang dirumahmu?
Tolonglah aku takkan merepotkanmu”Rena memelas sambil memegang tangan Rafael, Rafael
tampak menimang-nimang permintaan Rena, mungkin Rafael butuh teman, karena dia
hanya tinggal sendiri dirumahnya yang mewah
“oke, kamu boleh ikut aku, yuk kita kerumahku”Rafael mengajak
Rena sambil menggandeng tangannya, setelah itu memasukkan Rena ke dalam
mobilnya
Didalam mobil Rena hanya diam saja, karena dia tidak tahu
apa-apa tentang apa yang ada disekelilingnya bahkan yang ditumpanginya. Rafael
terus memandangi wajah imut Rena, dia mulai bertanya
“kamu kenapa Ren? Kok bingung gitu?”tanya Rafael lembut pada
gadis disebelahnya ini. Rena melihat Rafael dan Rena menjawabnya
“ini yang aku tumpangi namanya apaan sih? ini juga, kenapa
ini bisa bunyi? Kok ini bisa dingin? Kok ini bisa nyala? Kok bisa? Kamu juga
punya sihir yah? Keren amat!”cerocos Rena tiada henti bagaikan kereta api yang
melaju dengan kencangnya. Sementara Rafael hanya terpelongo dibuatnya
“jelasinnya dirumah aja ya Ren? Ntar aku jelasin semuanya
secara rinci sambil makan mangga, mau kan?”tawar Rafael pada Rena
“mangga? Buah jatuh dikepalaku itu yah? Emangnya enak?”Rena
“enak kok, manis kaya kamu, hehe”ucap Rafael menggombali
Rena, Rena tersipu malu dibuatnya.
Sesampainya dirumah Rafael, Rena langsung masuk kedalam rumah
Rafael tanpa seizin dari Rafael, Rena berjalan dengan riang dan santainya,
sampai-sampai bruukk!
“auuhh”Rena merintih karena dia baru saja menabrak
pilar-pilar rumah Rafael. Rafael segera menolong Rena dan membawa Rena ke kamar
yang sudah dipersiapkan Rafael sebagai kamar Rena
“kamu gapapakan?”Rafael. Rena menggeleng, Rafael menyentuh
dahi Rena dan Rena refleks memegang dahinya. Kedua telapak tangan mereka
bertumpu dan berpegangan. Dan mata mereka saling berpandangan, tak lama kedua
mata itu bertemu, karena Rena menyadarkan Rafael
“hey, bola tadi rasanya kaya gimana?”Rena. bola? Apakah yang
dia maksud mangga yang sudah matang tadi?
“bola? Namanya mangga, bukan bola, yaudah aku kupasin dulu
deh”Rafael beranjak dari kamar Rena, dia mengambil mangga yang tadi menimpa
kepala Rena. Rena melihat-lihat kamar yang ditempatinya
“oo jadi begini yah kamarnya manusia, beda banget ama kamarku
di istana. Selimut aja pake awan”Rena berbicara sendiri. Rafael datang
“istana? Selimut pake awan? Hahaha, ngaco kamu Ren!”Rafael
menimpali, Rena kaget
“eee, aku ngimpi aja gitu ada gak ya ranjang dan selimut
terbuat dari awan? Ehehe”Rena menghela nafasnya karena Rafael mengangguk.
Rafael mengupas mangganya dengan telaten dan menyuapkannya ke Rena. Rena
mengunyahnya
“gimana?”
“enak! Manis gitu ehehe, bolanya enak deh, ehh maksudnya
mangganya”Rena menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Saat asik-asiknya menyuapi
Rena, angin bertiup, menerbangkan debu-debu. Mata Rafael langsung terkena debu
itu. Rafael menguceknya,airmata langsung keluar. Rena penasaran, masa iya sih
ada air yang keluar dari mata? Karena penasaran Rena mengusapnya
“ini apa? Kok ada air?”Rena
“itu airmata Rena, masa kamu gatau?”Rafael. Rena mengangguk,
bukan karena ia mengerti, tapi karena hanya tidak ingin terlihat aneh didepan
Rafael.
_o0o_
Berhari-hari bahkan berminggu-minggu Rena tinggal di rumah
Rafael. Itu menumbuhkan benih cinta dihati Rafael, Rafael diam-diam mencintai
Rena. Kalian tau? Sepertinya malaikat Rena ini sudah bisa melakukan sesuatu
dengan benar. Maka dari itu, tugas Rena selesai didunia dan dia dipanggil
kembali oleh ayahnya untuk kembali ke istana langit
“Rena, tugasmu sudah selesai, saatnya kau untuk pulang”ayah
Rena. Rena mendengar lewat telepatinya, dan Rena mengangguk, Rena menghilang
dan kembali ke istana langit
“maafkan aku meninggalkanmu Rafael”ucap Rena sedih. Rena
pergi bertepatan dengan Rafael yang datang membawakan sekantung mangga untuk
Rena, memang sejak makan mangga itu, Rena suka sekali dengan buah mangga.
“Rena! Aku bawain sesuatu buat kamu, kamu pasti suka”Rafael.
Senyumnya meluntur saat Rena tidak ada dikamarnya.
“Rena! Kamu kemana!”Rafael mencari-cari Rena kesetiap sudut
ruangan rumahnya. Bahkan ia menanyakan juga kepada tetangga, tapi hasilnya
nihil.
(At Istana Langit)
Semenjak Rena kembali ke istana langit, memang Rena dapat
melakukan sesuatunya dengan benar, tetapi dia murung, murung sekali saat dia
harus berpisah dengan orang yang membuat hatinya bahagia. Ayah Rena heran, dia
mendekati putri tunggalnya itu
“kenapa Rena?”Ayah Rena. Rena menggeleng
“ceritakan saja pada ayah Rena”Rena menatap ayahnya
“Rena ingin kembali ke bumi ayah, Rena...”
“kau mencintai manusia itu?”terka ayah Rena, benar Rena
mengangguk
“ayah akan mengizinkanmu, tapi... kau harus menangis”Ayah
Rena memberikan syarat yang tidak mungkin dilakukan oleh para malaikat.
Malaikat tidak akan pernah mungkin menangis
“Rena, kumohon kembalilah, kamu kemana Rena? Kemana lagi aku
harus mencarimu? Aku takut kehilanganmu Rena, karena... aku mencintaimu”suara
itu! Suara itu suara Rafael!, muncul dari dalam kolam istana langit, Rena
melihatnya. Rafael sedang terduduk ditrotoar jalanan, ia terlihat frustasi
“Rafa...”
“Rena, aku janji akan beliin kamu mangga yang banyak kalo
kamu mau pulang Rena, aku cinta kamu Renaku, aku cinta kamu”Suara Rafael
semakin memelan. Hati Rena teriris melihat lelaki yang dicintainya seperti itu.
Perlahan air mengucur dari mata Rena, Rena menyadarinya dan mengusapnya
“ayah...”
“pergilah Rena, kejar kebahagiaanmu, ayah tidak akan
menghalangi lagi”Ayah Rena. Rena tersenyum lalu memeluk ayahnya
“makasih ayah, makasih”Rena. Seusai berpelukan, Rena langsung
pergi ke bumi untuk menemui Rafael
(At Bumi)
Rafael terus saja memanggil nama Rena dan memintanya agar
kembali dengan buah mangga yang selalu dijanjikannya.
“Rena...”Rafael
“ini mangga buat kamu”suara imut itu! Rafael mengenalinya!
Dia langsung mendongakkan kepalanya dan melihat Rena sedang tersenyum sambil
memegang buah mangga.
“Rena!”Rafael langsung berhambur memeluk Rena. Sampai Rena
sesak nafas
“Rena! Kamu kemana aja sih! aku kangen sama kamu! aku
kangeen! Aku juga cinta sama kamu! aku sayang sama kamu!”Rafael akhirnya
mengucapkan kata cinta didepan Rena. Rena memukul bahu Rafael, Rafael
menyadarinya dan melepaskan pelukannya
“aku gak kemana-mana kok, aku selalu dihatimuu. Aku juga
Rafael! Aku juga cinta!”Rena
“sama aku?”Rafael
“bukan! Tapi sama mangga! Ahaha!”Rena berlari menghindari
Rafael, karena dia tau, Rafael pasti akan mengejarnya.
“Renaa!!!!!”Rafael mengejar Rena yang tengah berlari
1 Tahun kemudian, Rafael dan Rena berjalan-jalan ditaman.
Mereka berdua tengah asik duduk dan melihat anak kecil bermain. Rena melihat
kelangit
“Rafaa~”
“apa sayang?”
“mau mangga ijo ituu! Ambilin! Kamu harus manjat!”Rena.
Rafael kaget
“tapi...”
“sssstt! Engga ada tapi-tapian, sekarang! MANJAAT!!”Rena
memerintah Rafael. Rafael langsung memanjat dan mengambilkan mangga untuk Rena
“yang ini?”Rafael
“bukaann! Sebelahnya!”Rena menunjukkan mangga yang berada
diujung. Rafael menelan ludahnya. Rafael mencoba meraihnya dan....
“yees dapet!”Rafael, Kreek! Ranting pohon itu mulai patah,
mangga itu terjatuh, Rena mengambilnya, sedangkan Rafael bergelantungan seperti
tarzan
“kaya gitu aja terus yaa?”Rena. Bruukk! Rafael terjatuh,
karena ada semut yang menggigit tangannya
“gara-gara kamu nih”Rafael, Rena mendekat
“uuuu Rafael sayang, sakit yah? nih! Pletak!”Rena memukulkan
mangga itu ke kepala Rafael. Rena berlari, namun Rafael berhasil menangkapnya.
“terimakasih ayah,
sudah membiarkanku untuk menentukan takdirku, aku sayang dia ayah, tapi aku
juga sayang ayah, aku disini selalu baiikk loh yah! aku dibeliin mangga setiap
hari sama Rafael, kalo ayah mau, aku akan kirim kesana, nanti malaikat lain
biar bisa makan juga. ehh udah yah ayah, Rena mau clekup, ehh chek up. Dada
ayaah! –Salam Rena, Rafael, dan R kecil didalam perut Rena-
Cieeee RTH cemburu nih#kabooorr :D
Bagus kaga? Lucu kan si Rena disini? Mwehehehe :D
Like dan coment seikhlasnya ya? Hehehe :D
NO COPAS
NO BULLY
NO EDIT
NO DARK READERS!
KALO BACA TERUS GAK LIKE, MATANYA BELEKAN AHAHA :D
Diberdayakan oleh Blogger.