Unknown On Senin, 20 Mei 2013


Hari ini adalah hari dimana para siswa lulusan SMP diseluruh Indonesia melaksanakan MOSnya, karena pada hari Senin ini, mereka masuk untuk pertama kalinya disekolah barunya. Termasuk juga aku, aku juga menjalankan MOS pada hari ini bersama teman-teman SMPku. Cukup ada banyak, tapi tak perlu aku sebutkan satu persatu kan? Hehe :D. Untung saja dikelas aku tidak sendiri, ada satu temanku yang bersamaku, perlu disebutkan namanya? Eum.. gak usah deh, nanti kalian yang cowo naksir hihi :D



“pagi adik-adik! Saya dan teman saya adalah pendamping kalian selama 3 hari MOS ke depan! Perkenalkan nama saya Handi Morgan Winata, panggil saja Kak Morgan, saya kelas XII IPA 1, disebelah saya namanya Rosita Kirania Putri, panggil saja Kak Rosita dia kelas IX IPS 3”ucap Kak Morgan sambil memperkenalkan dirinya dan teman wanitanya itu. Aku hanya mengangguk-angguk mendengar perkenalan mereka
“karena Kak Morgan sudah memperkenalkan dirinya dan saya. Sekarang giliran kalian semua memperkenalkan diri”ucap Kak Rosita. Dia mengambil data semua murid baru yang ada dan menyebutkan namanya satu persatu. Sampai pada anak yang terakhir, anak yang sedari tadi kulirik. Ahh masa aku menyukainya?
“nama saya Dicky Prasetya, asal sekolah SMP 45 Jakarta, rumah di Jalan Kebon Jeruk no. 18 Jakarta Selatan”ucap murid yang bernama Dicky itu lalu dia duduk kembali dikursinya. Aku mengangguk, mengingat semua yang dikatakan Dicky.
“oke, sekarang kalian buat yel-yel untuk setiap kelompok! Silahkan berdiskusi, waktunya 10 menit!”ucap Kak Morgan sambil menyuruh semua murid baru. Aku dan temanku langsung berkumpul, membaur dengan teman baru untuk mendiskusikan tentang yel-yel itu. Bayangkan saja, baru beberapa menit berkenalan, masa sudah disuruh buat yel-yel? Pasti ada rasa canggung diantara kami.
“waktu tinggal 5 menit lagi! Ayo cepat buat yel-yelnya! Atau kalian mendapatkan hukuman!”ucap Kak Rosita sambil berjalan mengelilingi kami semua
“aduuh yel-yelnya apaan nih?”tanyaku kepada temanku.
“apaya? Yaudah deh lagunya Beautiful aja, nanti kita ubah sendiri kalimatnya”ucap teman baruku itu. Semuanya mengangguk setuju
“oke! Sekarang kita undi!”ucap Kak Morgan. Tak disangka-sangka kelompok kami yang pertama. Kami maju ke depan dengan menahan malu yang luar biasa. Kami menyanyikan lagu Beautiful dengan lucu, dan kompak. Namun tetap saja masih memalukan >,



3 Hari berlalu, kini aku sudah tidak lagi menjalani MOS yang menyebalkan itu, sebenarnya tidak terlalu menyebalkan, Cuma terlalu banyak materi yang harus kami terima. Aku masih bertanya pada diriku sendir, apakah aku menyukai cowok laptop itu? Yahh aku menyebutnya cowok laptop karena dia senang sekali berkutat dengan laptop hitamnya, dia senang sekali mendengarkan musik dikala istirahat menjelang ataupun saat jam kosong.
Pelajaran kini mulai datang, aku memperhatikan pelajatan sambil sesekali menengok kebelakang melihat pangeranku itu. Dia tampan sekali dengan gigi berbehelnya, dia merasa ada yang memperhatikan langsung menoleh ke arahku, aku mengalihkan pandanganku ke papan tulis. Sari teman sebangku dan temanku dari SMP itu langsung bertanya padaku
“loe ngapain? Kenapa muka loe merah gitu kaya abis dandan?”tanya Sari padaku,
“engga papa kok Sar,gue kepanasan aja jadinya ya gitudeh merah gini hehe. Loe tau kan kalo kulit gue sensitif?”ucapku sambil menghela nafas karena Sari percaya dengan ucapanku



Hari-hari berlalu, kini aku telah berada disekolah ini selama 3 bulan. Aku juga saling mengenal dengan teman dari sekolah lainnya. Namun tetap saja aku canggung jika bertemu atau mengobrol dengan Dicky. Hari ini, aku berangkat lebih pagi dari biasanya. Aku masuk ke dalam kelas, namun sayang yang ku temui bukanlah manusia namun bangku serta kursi kosong yang belum ditempati oleh penunggunya. Aku berjalan ke meja Dicky yang ada dibelakang sendiri. Aku menyelipkan sebuah surat di grobog mejanya, setelah itu akupun pergi ke kantin untuk membeli sarapan pagi. Saat bel masuk berbunyi, aku melihat Dicky sekilas, dia sekarang telah membaca surat itu! Dia membacakannya lantang

Tiap aku melihatmu, terasa ada getaran dalam dadaku, getaran itu semakin kuat saat aku mamandang wajahmu yang rupawan itu
 ~Your Secret Admirer~.

Ehh siapa nih yang bikin surat kaya gini?”tanya Dicky kepada satu kelas, murid satu kelaspun heboh! Mereka berhamburan mendatangi Dicky dan satu-persatu membaca surat itu termasuk diriku. Aku membacanya juga agar tak kelihatan, kalau akulah yang membuat surat tersebut
“tulisannya bagus tapi kira-kira tulisan siapa ya?”tanya salah satu temanku yang bernama Windy
“iya. Siapa ya? Wahh kamu beruntung Ky punya secret admirer kaya gitu”ucap temanku lagi bernama Linda. Dicky menaikturunkan alisnya secara bergantian
“tapi Ky, loe jangan seneng dulu. soalnya, biasanya ya kalo orang itu jadi secret admirer, dia itu jelek!”ucap temanku lagi bernama Bisma, sialan dia. Dia menyetani Dicky. Dicky tersenyum
“hey! Pak Tri datang!”ucap temanku lagi bernama Rini. Pak Tri adalah guru fisika paling killer sedunia. Kamipun mengikuti pelajaran dengan seriusnya. Sepulang sekolah, aku dan kawanku segera pulang ke rumah. Dia dijemput, akupun begitu. Tapi sayang di sayang, jemputanku belum di depan sekolah, jadi aku memutuskan untuk menunggu. Aku melihat jam tangan hijauku, hey! Sudah 15 menit aku disini! Tapi mana jemputanku? Kenapa tak datang juga? Apa mungkin terjebak mecet ya? Ahh tapi mana mungkin, kotaku kan tidak terlalu ramai penduduk. Mungkin beberapa tahun ke depan akan ramai, atau malah tambah sepi? Ckckck
“hey? Sedang apa disini?”seseorang mengejutkanku. Bodoh sekali dia? Kalau ada didepan sekolah bukankah sedang menunggu jemputan? Apa dia kira aku sedang mengadakan konser tunggal? Saat aku berbalik dan melihatnya, aku terperanjat kaget! Aku mengutuk diriku sendiri karena telah menghinanya. Ohh tuhan! Dia Dicky! Dicky Prasetya. Aku bengong sambil tersenyum, dia melambaikan tangannya didepan wajahku
“hey? Aku bertanya, sedang apa disini?”tanya Dicky sekali lagi padaku. Aku langsung tersadar dan menjawab pertanyaannya
“aku sedang menunggu jemputanku, lalu? Apa yang kau lakukan disini?”tanyaku kembali. Hey! Berarti aku juga orang bodoh karena menanyakan hal yang tidak penting seperti itu
“aku sedang menunggu temanku, dia sedang mengerjakan tugas kimianya di lab. Jadi daripada jenuh menunggunya, aku disini saja melihat kendaraan berlalu lalang”ucapnya panjang lebar bak kereta api, Namun walau panjang aku akan tetap mendengarnya
“apakah kau tidak takut kulitmu menghitam? Dan jadi gosong ehehe”tanyaku sambil cengengesan dan memasukkan hpku ke kantong seragamku
“haha, aku bukan makanan yang kalau tidak dibalik jadi gosong. Kau tidak melihat? Bukankah kulitku sudah hitam? Hahaha”jawabnya sambil tertawa. Sungguh aku tidak berbohong, dia manis sekali bahkan menjadi lebih tampan jika tertawa, akupun juga ikut tertawa bersamanya. Tin-tin! Suara klakson mobil itu mengagetkanku, aku menghardik mobil itu dalam hati, namun ternyata itu mobilku. Walau mobilku, aku tetap mengutuknya karena mengganggu kesenanganku!
“itukah mobilmu? Sana itu udah ditunggu”ucap Dicky membuyarkan rasa kesalku. Aku jadi tersenyum melihatnya
“ahh ehh iya ehehe, aku pulang dulu ya Ky?”pamitku pada Dicky
“iya silahkan”ucap Dicky. Tak lama juga temannya datang, diapun pergi dengan dibonceng temannya, akupun juga pergi meninggalkan tempat yang menyebalkan dan membuat pusing atau bisa disebut sekolah itu



************


KEESOKAN HARINYA



Hari ini hari rabu. Jam pertama adalah pak Ari guru musik yang yahh menurutku sih lucu dan menyebalkan, seperti biasa, kilauan cahaya muncul ketika kepalanya tertimpa sinar matahari. Hahaha :D
“pagi anak-anak!”sapa pak Ari pada semua murid
“pagi pakkk!”ucap kompak semua murid
“untuk hari rabu mendatang, saya minta kalian menyanyikan suatu lagu didepan kelas. Lagunya terserah! Pokoknya lagu yang kalian sukai!”ucap Pak Ari. Aku mendengus kesal, Sari senang karena dia sangat suka pelajaran ini dan juga menyanyi
“kenapa muka kamu? kusut gitu? Belom disetrika ya? Ahaha”ejek Sari, tapi seperti biasa, aku bukanlah anak yang suka membalas ataupun mengejek, jadi aku biarkan saja. Setelah Pak Ari selesai dengan pidatonya tentang untuk rabu mendatang. Dia melanjutkan dengan materi nada yang membuat mataku 5 watt dan aku tidak mengerti akan pelajarannya. Tak lama kemudian, bel istirahat berbunyi, semua murid berhamburan menuju kantin dan membuat suasana kantin sumpek, aku memilih sendirian dikelas dan menulis surat kembali. Surat itu aku letakkan kembali dimeja Dicky. Bel masuk pun menyusul untuk ikut berbunyi, semua murid kembali ke kelas, aku tetap duduk. Sari membawa makanan dan seperti biasa aku memintanya. Sambil makan, kulihat Dicky membuka kertasku lagi, dia membacanya


“Senyumanmu membuatku tak bisa bergerak. Membuatku terus terpaku dan terhipnotis, seakan memerintahku untuk terus memandangmu tanpa henti. Senyumu juga bagaikan mentari pagi yang selalu ada dan menghangatkan hatiku yang dingin seperti es. Teruslah tersenyum
~Your Secret Admirer~.

Dicky tampak berfikir, kira-kira ini kertas dari siapa? Lalu dia menyimpan kertasku dilaci mejanya. Aku senang sekali!
“kamu lagi tuh yang berulah?”bisik Sari ditelingaku. Aku terkaget
“ehehe iya Sar”jawabku sambil senyum-senyum gak jelas
“pantesan betah banget dikelas! Huuuu!”ejek Sari lagi, aku hanya manyun saja.
Saat istirahat. Dicky menghampiriku dan Sari, entah ada setan apa yang membuatnya kemari.
“emm.. boleh aku minta kamu nulis kata siswa sepuluh empat adalah siswa yang berprestasi tinggi”pinta Dicky, aku menulis kata yang dimaksud Dicky tersebut. Dicky menautkan alisnya dan dia tersenyum.
“makasih”ucap Dicky sambil membawa kertas itu pergi. Dia kembali duduk ditempat duduknya
Seminggu berlalu, kini saatnya di kelas X.4 terdapat konser besar-besaran. Tak ketinggalan kelas X yang lain bahkan kelas XI dan XII ikut melihat konser sehari nonstop dikelasku. Sari dengan PDnya menyanyikan lagu dari Pochi yang berjudul Cinta Jangan Pergi. Ada lagi temanku Windy, dia menyanyikan lagu Harus Terpisah dari Cakra Khan. Linda, dia menyanyikan lagu One Direction yang berjudul One Thing. Inilah yang kutunggu-tunggu, Dicky maju ke depan kelas sambil membawa penghapus papan tulis yang dianggapnya sebagai microphone. Dicky mulai menyanyikan lagu Dia dari Sammy Simorangkir dia mulai bernyanyi lirik demi lirik. Suaranya sangatlah bagus



Dia hanya dia di duniaku

Dia hanya dia di mataku
Dunia terasa telah menghilang
Tanpa ada dia di hidupku

Sungguh sebuah tanya yang terindah

Bagaimana dia merengkuh sadarku
Tak perlu ku bermimpi yang indah
Karena ada dia di hidupku

Ku ingin dia yang sempurna (yang sempurna)
Untuk diriku yang biasa (yang biasa)

Ku ingin hatinya, ku ingin cintanya

Ku ingin semua yang ada pada dirinya

Ku hanya manusia biasa (yang biasa)
Tuhan bantu ku tuk berubah (untuk berubah)
Tuk miliki dia, tuk bahagiakannya
Tuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia


Ku ingin dia yang sempurna (yang sempurna)

Untuk diriku yang biasa
Ku ingin hatinya, ku ingin cintanya
Ku ingin semua yang ada pada dirinya

Ku hanya manusia biasa (yang biasa)
Tuhan bantu ku tuk berubah (tuk berubah)

Tuk miliki dia, tuk bahagiakannya
Tuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia


Itulah bait-bait lirik yang dinyanyikannya, aku merasa lagu itu ditujukan untukku. Haha, aku PD bukan? Tak apalah, agar hatiku terhibur hahaha. Kini tiba waktunya diriku untuk bernyanyi didepan semua murid. Aku grogi, aku merasa aku adalah trend center, itu membuatku semakin gugup! Apalagi dilihat oleh Dicky. Kali ini aku menyanyikan lagu yang sesuai pada kenyataannya. Diam-Diam Suka dari ChiBi. Aku memulainya


Kau adalah incaran hatiku

Ku slalu memperhatikanmu
Tak henti menjadi teman berbagi
Semoga kau rasa apa yang ku rasa

Dibalik senyumku ada cinta untukmu
Dibalik matamu ada hati yang menunggu

Aku diam-diam suka kamu
Ku coba mendekat
Ku coba mendekati hatimu
Aku diam-diam suka kamu
Semua kan indah seandainya aku bisa memilikimu
Kau adalah incaran hatiku
Ku slalu memperhatikanmu
Tak henti menjadi teman berbagi
Semoga kau rasa apa yang ku rasa
Dibalik senyumku ada cinta untukmu
Dibalik matamu ada hati yang menunggu
Aku diam-diam suka kamu
Ku coba mendekat
Ku coba mendekati hatimu
Aku diam-diam suka kamu
Semua kan indah seandainya aku bisa memilikimu


Riuh tepuk tangan mewarnai saat aku selesai bernyanyi. Tiba-tiba Dicky maju kedepan sambil membawa semua surat-suratku, aku menelan ludahku

“jadi? Yang selama ini mengirimiku surat-surat dengan kata-kata indah itu kamu?”tanya Dicky padaku. Aku bingung harus jujur ataukah berbohong? Keringat sudah membanjiri wajahku. Oh tuhaan! Tolong aku!
“berterus teranglah”ucap Dicky. Aku menunduk dan mendengus pasrah, baru kali ini aku berada dalam posisi terpojok seperti ini
“ya, akulah yang menulis surat-surat itu untukmu. Maaf jika kau tidak menyukainya dan malah merasa risih”ucapku sambil memejamkan mata menahan rasa malu. Teman-teman sekelas mulai heboh membicarakanku, suratku, dan Dicky
“aku menyukai isi suratmu”ucap Dicky yang membuat mataku terbelalak kaget. Dia menyukainya? Bohong!
“be..benarkah? lalu darimana kau tau aku yang menuli surat itu?”tanyaku penasaran sambil melirik Sari, Sari menggeleng ditempat duduknya
“bukankah kau melihatku selalu meminta siswa lain menuliskan kata yang sama seperti aku menyuruhmu kemarin? Aku sengaja karena ingin tau siapa yang tulisannya cocok dengan surat itu, pasti itu adalah secret admirerku”ucap Dicky sambil tersenyum. Akupun juga ikut tersenyum, kalian tau bagaimana pipiku? Kalian tahu tomat atau udang atau kepiting rebus? Yap semerah itulah pipiku saat ini. Tiba-tiba Dicky menggenggam tanganku lalu berlutut dihadapanku


“Dan dengarlah sayangku

Aku mau kau jadi kekasihku
Ya sambutlah cintaku
Berbagi kisah kasih berdua”
Dicky menyanyikan reff lagu Kisah Romantis dari Smash. Apakah dia menembakku?
“apa maksudmu Dicky?”tanyaku padanya. Dia tersenyum manis
“maukah kau jadi kekasihku secret admirerku?”tanya Dicky yang membuatku kaget sekaligus membuat hatiku melonjak gembira.
“terima! Terima! Terima! Terima!”riuh teman-temanku menyorakiku. Sari juga ikut-ikutan, kelas X, XI, XII juga ikut-ikutan menyorakiku dan Dicky agar aku menerimanya. Pak Ari juga tak ketinggalan menyorakiku. Jika aku menolaknya berarti aku bodoh. Jadi apa jawabanku?
“aku menerimamu Dicky”ucapku. Semua penonton bertepuk tangan, bagaikan baru saja menonton pertunjukan dan berakhir bahagia. Dicky tersenyum lalu memelukku. Akupun membalas memeluknya
“ehh tadi lagunya masih rumpang ya? Terusin yuk?”ajak Dicky, aku mengangguk dan menyanyikan lagu Kisah Romantis dari awal


Hey baby, there’s something i want you to know
Be ready, for romantic story


Mengejar dirimu takkan ada habisnya

Membuat diriku menggila
Bila hati ini menjatuhkan pilihan
Apapun akan ku lewati

Hari ini sayang sangat penting bagiku

Kau jawaban yang aku cari wooo ooo ooo
Kisah ini sayang kan ku bagi denganmu

Dengarlah sayang kali ini permintaanku padamu

Dan dengarlah sayangku

Aku mau kau jadi kekasihku (jadi kekasihku)
Ya sambutlah cintaku
Berbagi kisah kasih berdua ooooh

Jantung ini sayang terukirkan namamu

Begitu juga di hatiku, hatiku
Hujan warna-warni kata orang tak mungkin
Namun itu (namun itu) mungkin bagiku sebuah tanda cintaku

Dan (ooh dan) dengarlah sayangku (dengarlah sayangku)

Aku mau kau jadi kekasihku (aku mau kau jadi kekasihku)
Ya sambutlah cintaku
Berbagi kisah kasih berdua, berdua, berdua

Yeah yeah you got me crazy oh

Oh i never never never ever let you go
Di hatiku ada namamu, please baby-ku jadi kekasihku yeah
You always in my mind, always in my dream

Baby say that you will always be mine
You always in my mind, always in my dream
Baby say that you will always be mine
Always be mine aah always be mine

Aaaa dengarlah sayangku (dengarlah sayangku)

Aku mau kau jadi kekasihku
Ya sambutlah cintaku (sambutlah cintaku)
Berbagi kisah kasih berdua

Dan dengarlah sayangku (dengarlah oh sayangku)

Aku mau kau jadi kekasihku (kekasihku)
Ya (oh ya) sambutlah cintaku (huuu)
Berbagi kisah kasih, setiaku berjanji
Jadilah kekasihku.... sayangku. Kami bernyanyi bersama-sama

itulah kisah cintaku yang tak kusangka akan berakhir dengan bahagia. Tebak, itu kejadian nyata atau rekayasa? Haha, hanya sayalah dan tuhan yang tau :p


Pesan : Kejarlah cintamu selagi kamu bisa mengejarnya. Jangan biarkan cintamu lepas begitu saja bagaikan diterpa angin. Jika benar-benar mencintainya kejar dia sampai dapat! :D


~TAMAT~



Follow : @lalaa_BE5T

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Diberdayakan oleh Blogger.